ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle telah menekankan ke pihak fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan agar menangani langsung pasien gawat darurat tanpa berbelit-belit terkait keperluan lain seperti identitas dan hal lainnya.
“Kalau ada pasien gawat darurat langsung ditangani, dibelakangpi itu masalah berkas-berkas dan lain-lainnya,” tegas Ambo Dalle di hadapan para petugas Faskes saat menggelar sidak di hari pertama masuk kerja pasca lebaran 2023, Rabu (26/4/2023).
Meski begitu, masih ada saja petugas fasilitas kesehatan yang tak mengindahkan imbauan dari Wabup tersebut.
Salah satu warga Kabupaten Bone, Lilo menyebut, pihak petugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pancaitana sempat mempersulit dirinya saat membawa pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas.
“Sekitar jam 19.30 Wita tadi ada dua wanita berboncengan mengalami lakalantas di Corawali (poros Bone – Sinjai). Kemudian saya menolongnya dan membawanya ke RSUD Pancaitana,” kata Lilo menceritakan awal mula kejadian tersebut ke Enewsindonesia.com, Sabtu (29/4/2023).
Lebih lanjut Lilo menyampaikan, saat di RSUD Pancaitana dirinya sempat marah karena pihak petugas RSUD mempertanyakan berbagai macam persyaratan.
“Nabilang itu perawat, tunggu dulu pak, saya mau lihat identitasnya, tunggu dulu keluarganya. Saat itu saya langsung angkat suara dan menyuruh untuk memberi pertolongan pertama dan saya mengaku sebagai keluarga. Saat saya marah-marah baru dilayani,” sebutnya.
Lilo menambahkan, kedua wanita korban lakalantas tersebut merupakan warga dari Bulutinco, Kecamatan Cina.
“Yang membonceng parah dan harus ditangani cepat,” katanya.
Saat ini, kedua pasien Lakalantas tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Pancaitana.
(Mimienk Lee)






