ENEWS, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali mengevaluasi kesiapan operasional Sekolah Rakyat melalui rapat teknis yang dipimpin Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, Kamis (9/7/2026). Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur dan fasilitas pendidikan memenuhi standar teknis serta keselamatan sebelum digunakan.
Rapat yang diinisiasi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3APMD) Sulbar itu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Sulbar.
Pembahasan difokuskan pada perkembangan penyelesaian konstruksi, kesiapan sarana dan prasarana, serta langkah percepatan pekerjaan yang tetap mengacu pada standar mutu dan ketentuan keselamatan bangunan.
Kepala Dinas PUPRD Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, menegaskan bahwa percepatan operasional Sekolah Rakyat tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan.
“Penyelesaian pekerjaan tidak boleh semata-mata berorientasi pada target waktu. Jika masih terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna, khususnya para siswa, maka jangan dipaksakan. Pastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar teknis, standar mutu, dan ketentuan keselamatan konstruksi. Keselamatan peserta didik adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan,” jelas Surya.
Menurutnya, setiap bangunan yang akan digunakan harus dipastikan dalam kondisi laik fungsi sehingga aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
PUPRD Sulbar, kata Surya, akan terus mengawal tahap akhir penyelesaian proyek bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi persyaratan teknis sebelum dioperasikan.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulbar memastikan program Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan kualitas pembangunan.
Pemerintah berharap koordinasi lintas sektor dan pengawasan yang ketat mampu mempercepat penyelesaian proyek sekaligus menjamin keamanan fasilitas pendidikan sebelum mulai digunakan masyarakat. (Hasbi Waluyo)






