ENEWS, MAMUJU ••》Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyebut dinamika politik di Sulawesi Barat sangat cair sehingga tidak ada partai politik yang bisa merasa aman mempertahankan dominasinya dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.
Pernyataan itu disampaikan SDK saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Sulawesi Barat di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju, Jumat (3/7/2026).
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.
“Sulawesi Barat gelombangnya tidak datar, selalu bergelombang. Tidak ada partai yang aman di Sulawesi Barat. Kadang-kadang menang di satu pemilu, lalu hilang di pemilu berikutnya. Itulah ciri Sulawesi Barat,” kata SDK.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap partai dan politisi memahami karakter serta kebutuhan masyarakat jika ingin tetap mendapat kepercayaan publik.
SDK mencontohkan, saat ini hanya empat partai yang memiliki kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulbar, yakni PAN, Demokrat, PDI Perjuangan, dan NasDem. Sementara sejumlah partai besar lainnya gagal mempertahankan keterwakilan.
Dalam kesempatan itu, SDK juga mengapresiasi kontribusi PAN di Sulbar. Ia menilai partai berlambang matahari itu memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan dikenal mampu membangun kolaborasi politik.
Ia juga mengungkapkan kedekatannya dengan PAN. Menurut SDK, partai tersebut dua kali mengusungnya pada Pilkada Mamuju hingga berhasil menjadi bupati.
Di hadapan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, SDK turut membuka peluang kerja sama politik pada Pilgub Sulbar 2029.
“Insyaallah di 2029 PAN akan kembali bersama-sama dengan saya,” ujarnya yang disambut tepuk tangan kader PAN.
Pelantikan DPW dan DPD PAN se-Sulbar mengusung tema “Satu Tekad Bantu Rakyat” dan dihadiri pengurus PAN dari enam kabupaten serta sejumlah kader nasional, termasuk Pasha Ungu, Desy Ratnasari, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Verrell Bramasta. (Hasbi Waluyo)






