Sekolah Rakyat Sulbar Terancam Molor

Foto: Sekprov Sulbar, Junda Maulana saat memimpin rapat koordinasi optimalisasi pembangunan dan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 21 Mamuju di Kantor Gubernur Sulawesi Barat.
Foto: Sekprov Sulbar, Junda Maulana saat memimpin rapat koordinasi optimalisasi pembangunan dan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 21 Mamuju di Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

ENEWS, MAMUJU – Operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 21 Mamuju, Sulawesi Barat, berpotensi mundur dari jadwal semula karena pembangunan gedung baru belum rampung. Hingga Kamis (9/7/2026), progres fisik baru mencapai sekitar 80 persen. Potensi penundaan itu diputuskan dalam rapat evaluasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana.

Pemerintah Provinsi Sulbar menilai kegiatan belajar mengajar belum dapat dimulai karena ruang kelas dan sejumlah fasilitas pendukung masih dalam tahap penyelesaian.

Sesuai jadwal Kementerian Sosial, mobilisasi siswa dan tenaga pendidik dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Juli 2026, sedangkan proses belajar mengajar direncanakan dimulai 17 Juli.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan target tersebut sulit dipenuhi. Pemprov Sulbar akan mengusulkan kepada Kementerian Sosial agar operasional Sekolah Rakyat diundur menjadi 31 Juli 2026.

Junda mengatakan asrama diperkirakan sudah dapat digunakan, tetapi ruang kelas dan fasilitas penunjang lainnya belum sepenuhnya siap. Pemerintah tidak ingin siswa mulai belajar saat pekerjaan konstruksi masih berlangsung.

“Keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas utama,” kata Junda.

Selain pembangunan fisik, Pemprov Sulbar juga memastikan kesiapan guru, tenaga kependidikan, juru masak, petugas laundry, dan tenaga kebersihan sebelum sekolah dioperasikan.

Pemprov Sulbar menjadwalkan evaluasi lanjutan pada 21 Juli dan peninjauan lapangan pada 23 Juli.

Jika seluruh fasilitas dinyatakan siap dan mendapat persetujuan Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat ditargetkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026.

Jika belum, pembukaan akan kembali ditunda hingga pembangunan selesai sepenuhnya. (Hasbi Waluyo)





Tinggalkan Balasan