banner 728x250
Majene  

JAKPERDA Minta Bupati Majene Batalkan TBUP3D, Ini Alasannya

MAJENE, ENEWSINDONESIA.COM – Dalam upaya mempercepat pembangunan di Kabupaten Majene, Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele membentuk lima orang Tim Percepatan Pembangunan Daerah.

Menurut Andi Syukri, Dibentuknya tim ini, dalam rangka memberikan kontribusi pemikiran dalam menunjang sektor-sektor yang perlu digarap guna mempercepat realisasi visi-misi dan kebijakan bupati tentunya.

banner 728x250

Keputusan tersebut di tentang oleh Jaringan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daeraj (JAKPERDA).

Jakperda meminta Bupati Majene membatalkan SK Pembentukan Tim Percepatan Pembangunan tersebut.

Alasannya, mereka yang mengisi struktur tim percepatan pembangunan daerah Kabupaten Majene lebih mayoritas diisi oleh mantan tim sukses Bupati Majene semasa kampanye pemilihan kepala daerah.

Ketua Jakperda, Juniardi menyebut, sebagai upaya untuk mengoptimalkan arah pembangunan dan peningkatan taraf ekonomi warga Majene, harusnya Bupati lebih selektif dalam merekrut tenaga ahli dari berbagai bidang.

“Majene ini memiliki banyak perguruan tinggi, jadi baiknya kita berkolaborasi dengan para ahli di sejumlah perguruan tinggi untuk ikut terlibat memikirkan arak kebijakan pembangunan Majene kedepan,” sebut Jun, Kamis (2/09/2021).

Tim percepatan pembangunan Majene harusnya diisi oleh tenaga ahli yang memiliki latar belakang berbeda dan berpengalaman merumuskan arah kebijakan pembangunan Majene kedepan. Bupati Majene selayaknya melakukan seleksi mendalam lebih dulu sebelum menetapkan anggota TBUP3D.

Seleksi tersebut dapat menitik beratkan pada tingkat dan latar belakang akademis hingga pengalaman kerja calon TBUP3D. Termasuk jabatan yang pernah mereka duduki dan pertimbangan relasi ke tingkat nasional. Juniardi menyarankan agar sebaiknya TBUP3D diisi oleh sejumlah tokoh yang lebih mumpuni seperti, mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Shaleh, Sekprov Sulbar Idris DP (Birokrat), Syafruddin Kambo (Mantan Menpan), Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin (Akademisi), Anggota DPRD Adi Ahsan (Politisi), serta Jurnalis Senior Harmegi Amin.

Juniardi menegaskan jika Bupati dan Wakil Bupati dipilih mayoritas masyarakat Majene karena berharap keduanya mampu memberikan kemajuan untuk daerah ini, bukan malah untuk memajukan kepentingan kelompok dan tim suksesnya.

“Pilkada sudah usai, jadi tugas tim sukses juga sudah selesai. Jangan berharap ada balas jasa, kasihan pak Bupati jika dikelilingi oleh orang-orang yang haus jabatan,” lanjutnya.

Contoh lain yang disampaikan Juniardi adalah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membentuk tim percepatan pembangunan. Mereka berkolaborasi dengan enam orang ahli yang mayoritas lulusan S3 bergelar doktor. Bahkan diantara mereka ada yang lulusan luar negeri. “Yang dilibatkan Pemkab Bogor itu lulusan luar negeri, bukan lulusan tim sukses,” pungkasnya.

Pihak Enewsindonesia.com mencoba mengkonfirmasi Bupati Majene terkait hal ini namun belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. Aldo 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *