12 Tahun Terbengkalai, Warga Perbaiki Jalan Penghubung Majene-Polman

Ketgam: Warga Desa Manyamba, Majene, dan Desa Ratte, Polman, bergotong royong memperbaiki jalan penghubung antardua kabupaten secara swadaya, Minggu (19/7/2026). (Dok. Kamil)
Ketgam: Warga Desa Manyamba, Majene, dan Desa Ratte, Polman, bergotong royong memperbaiki jalan penghubung antardua kabupaten secara swadaya, Minggu (19/7/2026). (Dok. Kamil)

ENEWS, MAJENE ••》Bertahun-tahun menunggu perhatian pemerintah, warga akhirnya memilih bertindak. Masyarakat Desa Manyamba, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, bersama warga Desa Ratte, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), bergotong royong memperbaiki jalan penghubung antardua kabupaten yang telah lama rusak dan terbengkalai.

Aksi swadaya itu dilakukan pada Minggu (19/7/2026). Warga dari kedua desa bekerja dari arah masing-masing.



Warga Desa Manyamba memperbaiki jalan menuju Desa Ratte, sementara warga Desa Ratte membuka akses menuju Desa Manyamba hingga akhirnya bertemu di titik perbatasan Kabupaten Majene dan Polewali Mandar.

Jalan sepanjang sekitar 3 hingga 4 kilometer tersebut dinilai menjadi jalur alternatif yang lebih dekat dibandingkan akses melalui Dusun Limboro, Kecamatan Sendana, tepatnya jalur Pamengoan.

Menurut warga Desa Ratte, Edi, kondisi jalur Pamengoan selama ini cukup berbahaya karena dipenuhi bebatuan, tanjakan terjal, serta jurang yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Akses yang menghubungkan Desa Ratte dengan Desa Manyamba ini jauh lebih mudah dijangkau dibandingkan jalur Pamengoan. Jalur itu sangat ekstrem, dipenuhi bebatuan dan jurang, bahkan sudah banyak memakan korban,” kata Edi kepada ENews Indonesia, Minggu (19/7/2026).

Edi mengungkapkan, jalan penghubung tersebut sebenarnya pernah dibuka menggunakan alat berat oleh Pemerintah Kabupaten Majene dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar sekitar tahun 2014.

Namun, hingga kini pembangunan tidak pernah dilanjutkan sehingga akses kembali rusak dan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia berharap kedua pemerintah daerah dapat segera melanjutkan pembangunan infrastruktur tersebut agar mobilitas masyarakat semakin mudah.

“Harapan kami, Pemkab Majene dan Pemkab Polewali Mandar dapat melanjutkan pembangunan jalan ini sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Manyamba, Darwis, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah meninjau lokasi jalan tersebut pada awal 2026. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai tindak lanjut pembangunan.

“Jalan ini sudah ditinjau langsung oleh Pemerintah Kabupaten Majene pada awal tahun ini. Namun kami belum mengetahui kapan realisasi pembangunannya,” kata Darwis.

Darwis menegaskan pembangunan jalan tersebut sangat penting karena tidak hanya memperpendek waktu tempuh antarwilayah, tetapi juga membuka akses ekonomi masyarakat di dua kabupaten.

Menurutnya, keberadaan jalan itu akan mempercepat distribusi hasil pertanian, menekan biaya transportasi, serta mendorong pertumbuhan kawasan produksi masyarakat.

“Kami berharap jalan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Majene dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Jika akses ini dibangun dengan baik, manfaatnya akan dirasakan masyarakat di kedua daerah, terutama dalam meningkatkan perekonomian dan memperlancar distribusi hasil pertanian,” tuturnya.

Hingga kini, masyarakat Desa Manyamba dan Desa Ratte masih berharap survei yang telah dilakukan pemerintah tidak berhenti sebatas pendataan, tetapi segera diwujudkan dalam pembangunan jalan yang telah lama mereka nantikan. (M. Kamil)





Tinggalkan Balasan