banner 728x250

Diduga Melakukan Pelecehan Verbal, Oknum Anggota DPRD Ini Didemo Kohati HMI Majene

  • Bagikan

ENEWSINDONESIA.COM — Puluhan Mahasiswi yang tergabung dalam organisasi Kohati Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene melakukan aksi demonstrasi yang ditandai dengan pembakaran ban bekas didepan kantor DPRD Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (19/11/2020).

Aksi demonstrasi yang didominasi oleh Mahasiswi memadati halaman Kantor DPRD Majene. Mereka menuntut agar oknum Anggota DPRD Majene meminta maaf kepublik terkait ucapannya yang diduga melakukan pelecehan verbal.

“Kami meminta oknum anggota DPRD tersebut menyampaikan permintaan maafnya ke publik terkait ucapannya yang merendahkan harga diri perempuan. Sebagai wakil rakyat harusnya dia lebih menjaga etika dan tutur kata dalam berucap,” ungkap Rahmi dalam orasinya.

Lebih lanjut Mahasiswi Unsulbar itu menyampaikan, oknum Anggota DPRD Majene ini, kami duga melakukan pelecehan secara verbal dengan mengucapkan pakaian dalam seorang perempuan yang tidak pantas di ucapkan didepan umum, apalagi beliau seorang wakil rakyat anggota DPRD yang terhormat.

“Kami sebagai perempuan, itu sudah jelas menyinggung perasaan kami sebagai kaum perempuan. Kami tidak akan berhenti melakukan aksi sampai tuntutan kami terpenuhi,” kata Rahmi.

Aksi yang kami lakukan hari ini adalah aksi yang ketiga kalinya. Kami belum menemukan titik terang sesuai apa yang kami harapkan, yaitu oknum anggota DPRD Majene itu meminta maaf kepublik atas ucapannya yang melecehkan kaum perempuan.

“Kami sudah bertemu dengan Ketua DPRD Majene. Beliau mengatakan, banyak juga masalah yang mau kita selesaikan, dan insya Allah kami akan tindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan adik-adik Mahasiswi,” ungkapnya.

Kami kecewa kepada wakil rakyat kami karena sampai hari ini, janji yang disampaikan oleh Ketua DPRD Majene beberapa hari yang lalu akan menindak lanjuti tuntutan kami, namun tidak juga menunjukkan hasil.

“Sebagai seorang perempuan, mestinya dia juga merasakan pelecehan itu karena Ketua DPRD ini juga adalah perempuan, jangan karena satu kantor dan dia bawahan sehingga tuntutan kami tidak ditindak lanjuti,” tutup Rahmi dengan nada tegas.

Sementara itu oknum anggota DPRD yang dimaksud, dicoba di konfirmasi oleh pihak media enewsindonesiacom belum juga dapat ditemui. | Aldo.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *