Terkait Dugaan Pemotongan BLT, Ini Tanggapan Kades Besoangin Utara

ENEWSINDONESIA.COM, POLMAN — Terkait pemberitaan dugaan Kepala Desa Besoangin Utara, melakukan pemotongan bantuan lansung tunai (BLT) Dana Desa yang terbit pada, Sabtu (1/5/2021). Sebelum berita itu terbit, Enewsindonesia.com menghubungi beberapa kali Kepala Desa melalui sambungan telpon tapi tidak bisa terhubung sampai berita itu diterbitkan.

Setelah dihubungi kembali oleh media enewsindonesia.com untuk dimintai keterangan Pada hari Rabu (5/5/2021) melalui sambungan telepon, Kepala Desa Besoangin Utara, Baharuddin Tamoe membantah terkait dugaan itu, bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar.

 
 

“Dugaan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut terkait pemotongan BLT, itu tidak benar. Saya hanya menyampaikan kepada masyarakat bagaimana kalau kalian memberikan kepada staf saya biaya foto copy karena banyak penerima BLT yang tidak memiliki foto copy Kartu Keluarga (KK) dan juga banyak berkas penerima BLT yang mau diselesaikan,” ungkap Baharuddin melalui sambungan telpon, Rabu (5/5/2021).

Sebelum penerimaan BLT, kami sudah informasikan kepada masyarakat Besoangin Utara yang menerima BLT bahwa kami butuh foto copy Kartu Keluarga (KK) sebagai pertanggungjawaban kami ke PemDes dan Inspektorat Polman bahwa ini nama-nama dan jumlah penerima BLT, dan rata-rata penerima, berkas administrasinya kurang termasuk foto copy KK makanya kami memberikan tawaran kepada masyarakat yang belum lengkap administrasinya dengan membayar biaya foto copy dan mereka sepakat.

“Saya memberikan tawaran kepada mereka penerima BLT yang belum lengkap administrasinya termasuk yang tidak memiliki foto copy KK. Dari pada mereka ke Kota foto copy berkas administrasi penerimaan BLT dengan biaya mahal karena jauh ke Kota dan menggunakan sepeda motor atau ojek, itu biaya bisa mencapai kira-kira Rp. 300.000 Pulang-Pergi, makanya kami memberikan tawaran dengan memudahkan masyarakat hanya membayar Rp. 20.000 biaya foto copy, nanti aparat kami yang pergi foto copy berkas yang dibutuhkan penerimaan BLT,” jelasnya.

Pada saat kami menyerahkan BLT, pihak kepolisian bersama masyarakat juga ada ditempat itu menyaksikan penerimaan BLT. Tidak mungkinlah kami memotong uang yang menjadi hak masyarakat, apalagi itu hanya jumlah yang sedikit. “Kami juga punya gaji dan tugas utama kami mengabdi dan memberi pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya. (*)

Pemberitaan yang terbit terkait dugaan Oknum Kelapa Desa Besoangin Utara Melakukan Pemotongan BLT DD sebelum dikonfirmasi :

Diduga Oknum Kades Besoangin Utara Potong Bantuan BLT Dana Desa

Penulis: HWEditor: Admin Enews

Tinggalkan Balasan

error: waiittt