Rusmin Igo, S.H.: Kesepakatan Kami Pembayaran Dilakukan di Termin 75%

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan Vendor CV Yusran Karya Pratama inisial WJ (36) terus bergulir.

Diketahui, kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Bone pada Rabu (15/6/2022) lalu oleh Direktur perusahaan rekananannya PT. Amin Jaya, Agung Dwi Setyawan Ifrayim.

Baca: https://enewsindonesia.com/tipu-dan-gelapkan-dana-rekanan-vendor-proyek-rehabilitasi-jalan-taccipi-tokaseng-dipolisikan/

Baca Juga: https://enewsindonesia.com/vendor-dipolisikan-terkait-dugaan-penipuan-dan-penggelapan-direktur-cv-yusran-karya-pratama-angkat-bicara/

Rusmin Igho, S.H., selaku Kuasa Hukum PT. Amin Jaya mengungkapkan bahwa kesepakatan sebelumnya dengan pihak CV Yusran Karya Pratama adalah pembayaran dilakukan bila pengerjaan mencapai termin 75 persen dengan jaminan memberikan cek dan memberikan beberapa berkas pelengkap lainnya.

Rusmin Igho menyatakan bahwa atas dasar jaminan itu, maka kliennya PT. Amin Jaya bersedia mengerjakan dan menyiapkan material proyek tersebut.

Namun sayang, kata Igho, CV Yusran Karya Pratama tanpa pemberitahuan, justru mengubah nomor rekening sebelumnya ke rekening yang lain sehingga uang pencairan termin awal 75 persen yang dijanjikan, tidak masuk ke rekening jaminan cek yang dipegang oleh PT Amin Jaya.

“Jadi kami menganggap bahwa pihak CV Yusran Karya Pratama melakukan usaha penipuan,” tegas Igho, Sabtu (18/6/2022).

Masih kata Igho, pada Rabu tanggal 8 Juni 2022 WJ (Vendor CV Yusran Karya Pratama) mendatangi Bank BPD Sulselbar Cabang Bone bersama rekannya untuk melakukan pencairan termin 75 persen tanpa sepengetahuan pihak PT. Amin Jaya.

“Mengenai jumlah utang CV Yusran Karya Pratama menurut hitungan dan catatan kami adalah senilai Rp3 miliar dan kami terbuka untuk saling mencocokkan kembali catatan masing – masing,” beber Igho.

Menurut Igho, jika pihak CV Yusran Karya Pratama masih berharap pencairan 100 persen untuk membayarkan utangnya kepada kliennya PT Amin Jaya, maka hal itu sepertinya susah dikarenakan terdapat beberapa sangkutan CV Yusran Karya Pratama kepada pihak lain terkait proyek tersebut yang belum terbayarkan.

“Parahnya lagi, di lokasi proyek saat ini sudah tidak ada lagi alat yg terparkir untuk bekerja sehingga hal tersebut memperkuat dugaan kami bahwa CV Yusran kesulitan menyelesaikan pekerjaan sampai 100 persen,” ujar Igho.

Sebelumnya, Direktur CV Yusran Karya Pratama, Yusran Abdul Rajab, ST, mengakui bahwa pihaknya masih memiliki utang kepada PT. Amin Jaya dan akan diselesaikan seluruhnya bila proyek yang dikerjakan rampung 100 persen.

“Kami tak ada niat untuk tidak membayar. Mengenai kami dilapor ke polisi, kami (CV. Yusran Karya Pratama, red) siap memberikan keterangan,” sebut Yusran, Jumat (16/6/2022).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.