Bone  

Infrastruktur Pariwisata Bone Memprihatinkan, Minim Beri Kontribusi ke Daerah

Foto: Destinasi Wisata Hutan Pinus Bulu Tanah. (Dok. Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan masih menjadi momok. Sektor tersebut belum bisa memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah.

Diketahui beberapa destinasi wisata di Kabupaten Bone memerlukan perhatian khusus utamanya dari segi infrastruktur jalan, utamanya destinasi wisata Tanjung Pallette yang memang akses menuju lokasi tersebut juga masih sangat memprihatinkan.

     
 
Foto: Gerbang wisata Tanjung Pallette.

Tak hanya itu, di Kecamatan Bontocani ada beberapa destinasi wisata air terjun yang perlu mendapatkan perhatikan untuk pembangunan jalanannya.

Kemudian di Kecamatan Tellu Limpoe juga terdapat beberapa destinasi wisata yang bisa dijadikan Icon namun akses jalan juga sangat tidak memadai.

Sedangkan di Hutan Pinus Bulu Tanah, pengunjung mengeluhkan akses jaringan internet sehingga pengunjung turun drastis.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Andi Promal Pawi menuturkan tahun ini pemerintah Kabupaten Bone menggantungkan harapan besar untuk pencapaian PAD sektor pariwisata yang ditargetkan mampu mencapai Rp1 miliar.

“Target yang diberikan kepada kita itu naik dari tahun lalu yang hanya Rp800 juta, dan kita hanya mampu mencapai 30 persen,” terangnya, Selasa (6/6/2023).

Akan tetapi kata dia, target yang diberikan tahun ini pasti akan susah dicapai sebab masih banyak sektor belum optimal, utamanya segi infrastruktur. Meskipun sekarang sudah ada perbaikan infrastruktur jalan di Pallette, tetapi sepertinya itu belum bisa mullus sampai kota.

“Meskipun objek wisata kita cantik kalau infrastruktur jalan kita tidak menunjang pasti orang berpikiran untuk berkunjung kesana. Makanya harus ada kolaborasi semua pihak kalau mau membangun sektor pariwisata,” ujarnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Bone, Andi Akhiruddin mengatakan sektor pariwisata memang mesti mendapatkan perhatian khusus. Akan tetapi infrastruktur jalan tidak bisa dijadikan indikator penghambat, tetapi infrastruktur pariwisatanyalah yang mesti dibenahi total.

“Namun memang infrastruktur jalannya harus juga menjadi prioritas, sebab itu salah satu yang menjadi penopang untuk menarik wisatawan, tetapi akses itu tidak bisa dijadikan indikator penghambat geliat Pariwisata kita,” kata legislator PIDP Bone itu.

Lebih lanjut ia mengatakan masih banyak faktor lain yang mesti menjadi perhatian jika berbicara peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Bone. Apalagi jika berbicara destinasi wisata Pallette.

“Jadi yang mesti menjadi perhatian utama adalah infrastruktur di dalam lokasi wisata sendiri juga mesti di benahi agar bagus daya tariknya, jadi memang perlu keseriusan mengurus itu jangan stengah-stengah kalau melihat sektor pariwisata ini berkembangnya,” terangnya

Ia juga mengatakan tidak bisa dipungkiri bahwa jika dikelola dengan baik sektor pariwisata akan menjadi penopang pendapatan asli daerah (PAD). Maka dari itu mesti dimanajemen dengan baik.

“Jadi memang perlu ada penanganan khusus dari pihak terkait, agar sektor pariwisata di Kabupaten Bone bisa bergeliat, total dari segala aspek supaya bisa memperlihatkan hasil yang maksimal,” paparnya.

Apalagi kata dia jika sektor pariwisata bergeliat. Akan banyak dampak positif yang ditimbulkan. “Jadi bukan hanya berorientasi pada PAD, tetapi jika berkembang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle menuturkan pembangunan sektor pariwisata harus menggunakan skala prioritas, agar pembangunanannya dapat optimal.

“Karena kalau kita melihat infrastruktur jalan untuk lokasi pariwisata kita sekarang tidak memadai, makanya perlu keseriusan untuk mengembangkannya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan yang menjadi kendala pariwamisata Bone tidak maju karena kurangnya anggaran. Makanya pihak terkait harus mampu memancing investor.

“Makanya kita harus ada perencanaan agar investor bisa tertarik mendanai hal tersebut. Kalau investor masuk sudah pasti akan bagus infrastruktur pariwisata kita,” tuturnya.

Oleh karena itu harus di buat master plan untuk sektor pariwisata Bone secepatnya. Dan memang yang menjadi kelemahan saat ini sektor pariwisata mau bagus, tetapi tidak mau mengeluarkan uang.

“Karena kalau PAD kita rendah, kita tidak bisa juga berkreasi. Jadi kalau pariwisata bagus sudah pasti PAD sektor tersebut juga bisa terdongkrak,” paparnya. (*)