ENEWS BONE •• Korban dugaan penipuan yang diduga dilakukan dukun berkedok jasa pengobatan alternatif perukyah, Rijal Nebo terus bermunculan. Tak hanya di Kabupaten Bone, di beberapa kabupaten lain di Sulawesi Selatan (Sulsel) bahkan di luar Sulsel muncul menyampaikan keluhan-keluhannya.
Semua sama, Rijal Nebo diduga memanfaatkan kelemahan dan keinginan para korban untuk berobat.
Muhlis, salah seorang korban Rijal Nebo di Desa Ceppaga, Kecamatan Libureng Kabupaten Bone juga ikut angkat bicara. Muhlis mengaku tak memikirkan dana yang dikeluarkannya waktu berobat ke Rijal Nebo, tapi Muhlis merasa diinjak-injak oleh perlakuan perukyah palsu itu.
“Nakasi bodo-bodo’ka (dia membodohi saya. Red). Saya tak memikirkan biayanya, karena saya ingin sembuh. Tapi hal itu (kelemahan saya) dimanfaatkan Rijal Nebo untuk menggaet keuntungan dengan membodohi saya,” kata Muhlis saat ditemui di kediamannya kepada Enews Indonesia, Rabu (25/12/2024) malam.
Muhlis mengisahkan, awal mula dia melihat aksi Rijal Nebo yaitu di media sosial Facebook.
“Mungkin ada teknik-teknik menggaet pelanggan dengan postingan-postingannya (Rijal Nebo. Red) di media sosial, apalagi belakangan saya tahu kalau dia mantan sales marketing. Saya saat itu yang sedang sakit jadi tertarik untuk berobat. Saya berfikir dia perukyah handal. Saya berobat sama Rijal Nebo sebelum wabah Covid 19, sekira Tahun 2019,” Muhlis mengisahkan.
Muhlis melanjutkan, setelah mendapatkan nomor kontak Rijal Nebo, ia pun menghubunginya.
“Jadi saya telpon, saya bertanya bisa nggak merukyah, kemudian dia mengiyakan dan menanyakan alamat. Setelah saya beritahu alamat, dia minta uang transport Rp 1 juta, tapi saya menolak, saya bilang datang dulu ke sini, nanti saya ditipu. Akhirnya dia (Rijal Nebo. Red) pun datang,” ungkap Muhlis.
Muhlis melanjutkan, saat datang, Rijal Nebo bersama timnya empat orang. Ada sebagai kameramen, ada yang duduk di dekatnya, dan ada yang di luar (tak mau masuk ke dalam).
“Saat melakukan aksinya, di memegang kepala saya dan menatap mata saya lalu menyampaikan kata ‘Jangan Dilawan!’ kemudian saya nurut dengan kata-kata itu. Saya anatara sadar dan tidak sadar waktu itu,” ujarnya.
Kemudian kata Muhlis, dia dan keluarganya diarahkan untuk menyiapkan botol bekas Krating Daeng.
“Ada juga yang dibawa Rijal Nebo. Sekira 25 buah botol semuanya itu botol Krating Daeng dan semua itu diisi jin oleh Rijal Nebo yang dia akui diambil dari badan saya,” sebut Muhlis.
Tak hanya itu kata Muhlis, dia juga diarahkan menyediakan beberapa botol aqua dan juga tangki penyemprot hama.
“Semua botol itu setelah diisi jin (pengakuan Rijal Nebo), saya diarahkan ambil batu bata, lalu semua botol itu diikat dengan batu bata lalu saya disuruh buang di Pantai Galau Kabupaten Sinjai,” katanya.
Tak sampai di situ, Muhlis mengaku setiap ventilasi rumahnya disimpan tasbih.
“Semuanya itu dibayar Rp 250 per lubang (ventilasi) dan setiap botol-botol itu. Belum lagi botol lain seperti botol aqua beberapa buah dan juga tangki penyemprot hama,” urainya.
Ketika ditanya terkait sakit yang dialaminya, Muhlis menjawab, “Tidak ada perubahan, malah tambah parah, dalam hati saya merasa telah dibodohi. Total pembayaran sekira Rp 10 juta, ada uang yang saya pinjam ke tetangga dan diberi jangka satu hari untuk melunasinya. Saya juga kaget, adanya biaya-biaya yang timbul dan membengkak dan tak ada di pembicaraan awal”.
“Setelah penyakit saya bertambah parah, saya mencoba menghubungi kembali Rijal Nebo, tapi saya sudah diblokir,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan korban lain, Samsu Rijal (yang melaporkan Rijal Nebo ke kepolisian. Red) yang juga hadir pada kesempatan tersebut.
“Istri saya meninggal dunia, kemudian disusul bapak saya. Kemudian ibu saya sakit, saya mencoba mencari pengobatan untuk ibu saya, dan ternyata saya dibodohi. Sakit sekali hati saya pak,” kata Samsu Rijal sambil terisak, tak mampu membendung air matanya dengan posisi menggendong kedua anaknya.
Samsu Rijal berharap, para korban lain ikut membantunya untuk menyelesaikan kasus ini di ranah hukum.
“Kalau saya berfikir pribadi (masalah uang yang saya keluarkan), pasti masalah ini sudah selesai, Rijal Nebo sudah berinisiatif mengembalikan uang saya. Tapi, bukan itu yang saya harapkan, saya ingin hentikan langkah Rijal Nebo membodohi masyarakat. Cukup kami korbannya,” tegasnya.
Sebelumnya, Rijal Nebo kepada Enews Indonesia menyampaikan, ia hanya berusaha membantu mengobati orang.
“Mampu atau tidak mampu, setan di tubuh pasien itu tergantung juga pada pasien yang diobati. Jika pasien tersebut terganggu pikirannya pada jin di tubuhnya maka bisa saja tidak bisa diobati karena terganggu konsentrasinya,” jelas Rijal saat dikonfirmasi Enews Indonesia di grup Whatsapp IKB Official, Ahad 15 Desember 2024 malam.
Terkait tudingan bahwa dirinya menipu pasien, Rijal membantah dan menegaskan bahwa itu tidak benar.
“Kami sudah baca semua dan itu tidaklah benar. Adapun masalah biaya itu sudah wajar karena kami yang tanggung semua mulai makan, bensin, sopir, rental mobil dan tim yang kami ikut sertakan. Itu semua kami yanh tanggung,” jelas Rijal.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jika seandainya tidak ada biaya transportasi, ia mengaku kesulitan biaya.
“Sedangkan kami dan timn setiap hari keluar membantu pasien bahkan dari daerah ke daerah,” ucapnya.
(Mimienk Lee/Idhil Bindi)






