ENEWS  

Begini Indikasi Penipuan Dukun Berkedok Perukyah Rijal Nebo

Foto: Rijal Nebo. (Sumber foto: fb Rijal Nebo)

ENEWS BONE •• Kasus dukun berkedok perukyah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bergulir dan masih menjadi perbincangan hangat masyarakat. Para korban pun bermunculan di media sosial. Diketahui, dukun berkedok perukyah itu dikenal dengan nama Rijal Nebo.

Salah seorang korban yang melaporkan aksi dugaan penipuan ini ke kepolisian Polres Bone, Syamsu Rijal mengungkapkan, indikasi dugaan penipuan Rijal Nebo ini saat melakukan pengobatan dan setelah melakukan pengobatan.



“Iya betul, saat dipanggil (Rijal Nebo. Red) memang ada kesepakatan terkait uang transportasi karena dia beralasan uang rental mobil, dan biaya beberapa timnya walau nyatanya, mobil yang digunakan mobilnya sendiri dan yang dia bawa sebagai tim hanya seorang kameramen untuk memviralkan aksinya. Itu kebohongan awal. Tapi biarlah, itu sudah terlanjur,” terang Syamsu Rijal kepada Enews Indonesia, Senin (23/12/2024).

Namun, lanjut Syamsu Rijal, yang disayangkan adalah pengobatan yang dilakukan Rijal Nebo.

“Saya kira perukyah, ternyata tidak ada bacaan rukyah yang dia baca. Kemudian, aksi-aksinya seperti memasukkan jin dalam botol adalah hal-hal yang jauh dari kata ruqyah,” ungkap Syamsu Rijal.

Parahnya lagi kata Syamsu Rijal, setelah melakukan pengobatan, tiba-tiba Rijal Nebo mengeluarkan beberapa obat yang tak ada dalam pembicaraan awal.

“Tiba-tiba dia mengeluarkan obat-obatan yang tidak dibicarakan sebelumnya, dan harus dibayar atau ditebus saat itu juga dengan harga tinggi (jauh dari harga asli obat-obat itu),” ungkapnya.

“Setelah saya cek di  market place harga obat-obat itu cuma harga Rp 20 ribu namun dijual ke saya dengan harga Rp 200 ribu-an per obat dan barang yang dijual bebas,” sambungnya.

Syamsu Rijal menambahkan, pada Selasa (24/12/2024) dirinya kembali kembali dipanggil kepolisian untuk menyampaikan keterangan lanjutan.

“Kalau saya berfikir pribadi, Rijal Nebo ini sudah berniat mengembalikan uang saya. Tapi bukan itu harapan saya, aksi orang ini harus dihentikan sebelum bertambah banyak korban. Dia melakukan aksi dukun dengan dibungkus kata-kata tauhid dan berpakaian ala ustaz. Ini keterlaluan, saya tertipu dengan postingan-postingannya di medsos,” kata Syamsu Rijal.

“Dia selalu menggiring opini di postingan-postingannya bahwa yang dilakukan adalah hal baik. Saya mendapat informasi bahwa Rijal Nebo ini mantan sales, dia lihai dalam menggaet korbannya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kurdi Sanusi yang merupakan anggota dari Asosiasi Ruqyah Syar’iyyah Sulsel menjelaskan bahwa secara umum para ulama tidak mengajarkan metode ruqiyah syar’iyyah dengan metode menangkap jin dalam botol.

“Konsep menangkap jin dalam botol merupakan bagian dari cerita (dongeng. Red) atau tidak masuk diakal, bukan ajaran agama Islam yang benar. Dalam Islam, ruqiyah dilakukan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mengobati penyakit fisik dan mental yang disebabkan oleh gangguan jin atau sihir,” jelasnya kepada Enews Indonesia, Jumat (20/12/2024).

Selanjutnya, Kurdi Sanusi memaparkan tujuan ruqyah yang benar.

Berikut caranya;

– Mengobati: Ruqiyah bertujuan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh gangguan jin atau sihir dengan izin Allah SWT;
– Mencegah: Ruqiyah juga dapat digunakan sebagai pencegahan dari gangguan jin dan sihir;

Cara Melakukan Ruqiyah yang Benar;

– Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang diajarkan: Ruqiyah harus dilakukan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW;

– Beriman kepada Allah SWT: Penting untuk memiliki keyakinan yang kuat bahwa hanya Allah SWT yang dapat menyembuhkan segala penyakit;

– Mencari orang yang ahli: Jika ingin melakukan ruqiyah, sebaiknya mencari orang yang ahli dan terpercaya dalam bidang ini. Sekedar info komunitas peruqiyah syar’iyyah tergabung dalam ARSYI untuk wilayah Sulawesi Selatan.

Penting untuk diingat:

– Tidak boleh melakukan ritual-ritual yang menyimpang: Segala bentuk ritual yang menyimpang dari ajaran Islam adalah haram;

– Tidak boleh percaya pada dukun atau paranormal: Mereka yang mengaku bisa menangkap jin atau melakukan hal-hal yang di luar kemampuan manusia adalah akal akalan semata.

“Jika ada yang mengalami gangguan yang diduga disebabkan oleh jin atau sihir, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter dan ulama / praktisi ruqyah syar’iyyah yang kompeten,” pungkasnya. (Lee)





Tinggalkan Balasan