ENEWS BONE •• Samsu Rijal, resmi melapor ke kepolisian Polres Bone terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh dukun yang berkedok perukyah Rijal Nebo. Samsu Rijal didampingi kuasa hukumnya, Muh. Azhar, SHi, MH melayangkan laporan di SPKT Polres Bone pada Kamis (19/12/2024) malam.
“Langkah kami ini bukan semata-mata kepentingan pribadi kami. Seandainya saya berfikir pribadi, Rijal Nebo ini sudah menyampaikan niatnya untuk mengembalikan uang saya tapi saya menolak,” ujar Samsu Rijal kepada Enews Indonesia, Kamis (19/12)
“Saya memikirkan orang banyak jadi korban yang bermunculan. Hal yang dilakukan Rijal Nebo ini harus dihentikan,” sambungnya.
Sementara kuasa hukum Samsu Rijal, Muh. Azhar menjelaskan bahwa Rijal Nebo dilaporkan terkait dugaan penipuan.
“Kami sudah resmi melaporkan ke pihak berwenang, selanjutnya terkait proses hukumnya tentunya kita akan kawal semaksimal mungkin,” ucap Azhar.
Dengan banyaknya korban yang bermunculan di media sosial, Azhar berharap Kapolres Bone memberikan atensi terhadap kasus ini.
“Kiranya tidak ada lagi korban-korban berikutnya. Intinya kita serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian dan memberi waktu untuk memaksimalkan proses hukumnya. Bukti-bukti sudah kami serahkan. Selanjutnya kita akan hadirkan ahli,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang oknum paranormal di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Rijal Nebo dituding menipu warga Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, bernama, Syamsurijal (43).
Syamsurijal menyebut bahwa oknun paranormal yang sering memposting kegiatan pengobatannya di media sosial dengan akun @Rijal Nebo itu melakukan pengobatan yang tak masuk akal, bahkan menipu.
“Orang tua saya (Hj Sahrah) ini sudah lama sakit. Beberapa kali berobat medis namun belum juga sembuh. Hingga akhirnya saya menghubungi orang yang disebut pintar atau paranormal bernama Samsurijal Alis Rijal Nebo. Kalau di akun media sosialnya bernama Rijal Nebo,” ungkap Syamasurijal, Ahad (15/12/2024).
Syamsurijal melanjutkan, setelah berkomunikasi, Rijal Nebo kemudian menyampaikan, bahwa untuk diobati harus membayar uang panjar sebesar Rp3 juta.
“Jadi ada kesan yang berhasil dia ciptakan bahwa jadwal pengobatannya padat dan Rijal Nebo ini sulit untuk ditemui. Awalnya dia sebutkan bahwa butuh beberapa hari untuk menjadwalkan pengobatan orang tua saya,” ungkapnya lagi.
Setelah uang muka ditransfer, oknum paranormal itu malah memajukan waktu pengobatan. Hal itu membuat korban kaget.
“Saya dihubungi kemudian disampaikan bahwa mama saya sudah bisa diobati. Dia mengatakan akan datang bersama dengan timnya,” katanya.
Pada saat melakukan pengobatan, metode yang digunakan Rijal Nebo mirip praktik hipnotis, yakni menggunakan orang ketiga untuk mengungkap penyakit yang diderita korban.
“Dia menyebut bahwa kondi mama saya lagi lemah sehingga tidak bisa diobati secara langsung. Maka yang menjadi perantara adalah tante saya. Dia disugesti dan dengan dibisik-bisik kemudian ditepuk,” terangnya.
Setelah melakukan pengobatan, paranormal itu menyampaikan ke korban bahwa ibunya akan sembuh, karena ada dua jin pengganggu yang telah ditangkap dan dimasukkan ke dalam botol.
“Setelah itu saya diminta untuk membuang botol tersebut ke laut lepas di Pantai Bajoe. Namun nyatanya, sampai saat ini mama saya malah sakitnya makin parah karena diminta minum obat pantangan sakit asam lambungnya,” ujarnya.
Hal yang membuat Syamsurijal yakin telah menjadi korban penipuan pelaku yakni ketika Rijal Nebo (pelaku. Red) mengeluarkan obat yang dibawanya dan meminta korban untuk membayar Rp6.720.000.
“Setelah diobati tanpa kami minta dia (Rijal Nebo) tiba-tiba mengeluarkan banyak obat yang dia bawa sambil menjelaskan bahwa obat-obat tersebut akan sangat baik untuk kesembuhan mama saya,” bebernya.
Syamsurijal kemudian menanyakan berapa harga total obat tersebut. Pelaku menyebut harga Rp.6 juta 720 ribu dan harus ditransfer.
“Saat itu saya sempat mengatakan nanti saya transfer karena ada yang pakai ponsel saya. Namun dia (Rijal Nebo) mengatakan, harus transfer sekarang karena dia mau bayar obat tersebut di pemiliknya,” jelas Syamsurijal.
Usai uang tersebut ditransfer, Rijal Nebo kemudian bergegas meninggalkan lokasi. Beberapa hari kemudian, Syamsurijal merasa ada yang aneh dari pengobatan orang tuanya.
“Akhirnya saya kontak melalui aplikasi WhatsApp dan menanyakan terkait dengan harga obat yang mahal. Kemudian dikirimlah daftar harga yang dia buat. Di situ, obat-obatnya dia pasang harga sampai Rp200 ribu dan setelah saya cek harga sebenarnya, hanya Rp20 ribu. Bahkan ada madu, dia klaim terbaik kedua di dunia dengan harga Rp400 ribu, malah seperti sudah diracik dan dicampur alkohol karena kalau dibakar, bisa menyala,” paparnya.
Merasa tidak terima dengan perlakuan pelaku, Syamsurijal kemudian terus menghubungi pelaku dan menyampaikan bahwa obat yang telah dijual ke dirinya terlalu mahal.
“Setelah itu saya diblokir diakun medsos dan WhatsApp. Saya merasa ditipu dan praktik perdukunan seperti ini harus dihentikan. Kalaupun uang saya tidak kembali tapi setidaknya tidak ada lagi korban lain,” tuturnya.
Syamsurijal mengatakan, setelah dirinya mengunggah di akun Facebook terkait dengan pengobatan tersebut, banyak korban lain bermunculan.
“Banyak sekali orang mengaku juga sebagai korban. Ternyata praktik seperti ini dilakukan sampai keluar daerah,” tutupnya. (Lee)






