ENEWS, MAKASSAR ••》Musisi Andi Fadly Arifuddin atau Fadly Padi kembali memperluas kiprahnya di bidang lingkungan. Kali ini, vokalis Padi Reborn tersebut menjajaki kolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE YPUP Makassar.
Kolaborasi yang dijajaki pada 13 Agustus 2026 itu diarahkan pada program pengabdian masyarakat, khususnya pengelolaan sampah, lingkungan hidup, dan pengembangan ekonomi sirkular.
Fadly dinilai memiliki pengalaman yang relevan untuk mendukung program tersebut. Selain sebagai musisi, ia saat ini tercatat sebagai Tim Ahli Wali Kota Makassar dan anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar di bidang pengelolaan sampah dan lingkungan.
Kerja sama ini merupakan pengembangan dari kolaborasi sebelumnya antara STIE YPUP dan Fadly melalui program Green Coffeepreneur. Program tersebut menggabungkan kewirausahaan, ekonomi sirkular, dan praktik ramah lingkungan dalam rantai usaha kopi.
Kini, kolaborasi diarahkan pada pengabdian masyarakat yang lebih luas.
Fadly selama ini aktif dalam gerakan lingkungan, termasuk urban farming dan pengelolaan sampah perkotaan. Ia juga menggagas gerakan “Tanami Tanata” bersama Pemerintah Kota Makassar dan komunitas lokal sebagai wadah edukasi serta pengembangan sistem pangan perkotaan.
Isu sampah menjadi salah satu persoalan yang ingin disasar melalui kolaborasi tersebut. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar yang disampaikan dalam bahan kegiatan, volume sampah di Makassar mencapai sekitar 1.000 hingga 1.500 ton per hari. Sebagian besar di antaranya merupakan sampah organik.
Fadly menilai persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Peran masyarakat dibutuhkan mulai dari pengurangan, pemilahan hingga pemanfaatan kembali sampah.
Pendekatan akademik diharapkan dapat memperkuat gerakan tersebut agar tidak berhenti pada kegiatan kampanye lingkungan, tetapi berkembang menjadi program pemberdayaan yang terukur.
Ketua STIE YPUP Makassar, Harry Yulianto, sebelumnya menyebut keterlibatan figur publik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bentuk link and match antara dunia akademik dan praktisi.
Fadly juga menyambut positif kolaborasi yang menggabungkan kreativitas, kewirausahaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Ketua LPPM STIE YPUP Makassar, Fuad Randy, mengatakan lembaganya terus membuka ruang kerja sama dengan pemerintah, swasta, lembaga kemasyarakatan dan kelompok masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengabdian kepada masyarakat sekaligus menghilirkan hasil penelitian, ilmu pengetahuan dan teknologi agar memberikan manfaat langsung.
“Meneliti dan Mengabdi Demi Bangsa,” menjadi moto LPPM STIE YPUP dalam mendorong kegiatan tersebut.
Ke depan, LPPM STIE YPUP dan Fadly Padi akan merumuskan program yang menyasar pengelolaan sampah perkotaan serta pengembangan ekonomi sirkular berbasis lingkungan.
Kolaborasi itu diharapkan melahirkan program yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
Jurnalis: Muhammad Jufri






