ENEWS, MAMUJU ••》Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sulawesi Barat mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan penghormatan terakhir kepada Drs. Naharuddin, M.Si. dengan memproses pengusulan almarhum sebagai Pahlawan Daerah dan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Daerah.
Naharuddin, salah satu eksponen perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, meninggal dunia pada Selasa (11/8/2026).
Ketua MSI Sulbar Adi Arwan Alimin mengatakan, usulan tersebut disampaikan menyusul masukan dari sejumlah tokoh masyarakat yang menilai jasa Naharuddin dalam perjuangan pembentukan Sulbar layak mendapatkan penghormatan negara.
Menurut Adi, Naharuddin memiliki peran penting dalam perjuangan pembentukan Sulawesi Barat dari Sulawesi Selatan pada 2004. Almarhum diketahui pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Perjuangan Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat sekaligus Ketua Wali Amanah Perjuangan Sulbar.
“Kami menerima masukan yang sama dari sejumlah tokoh masyarakat agar MSI Sulbar menyampaikan hal ini ke pemerintah kabupaten dan provinsi,” kata Adi melalui rilis kepada media, Rabu (12/8/2026).
MSI Sulbar meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada penghormatan secara seremonial. Menurut Adi, kontribusi Naharuddin perlu ditempatkan dalam kerangka pengakuan sejarah dan regulasi daerah.
“Kami meminta Pemerintah Daerah segera mengaktifkan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) untuk menyusun regulasi teknis berupa Peraturan Gubernur guna melegalisasi status kepahlawanan daerah beliau,” ujar Adi.
Adi mengatakan, pengusulan tersebut dapat ditempuh melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur kriteria tokoh eksponen perjuangan pembentukan Sulbar maupun tokoh daerah lainnya yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan dan pembentukan daerah.
Regulasi itu, kata dia, penting sebagai landasan formal dalam memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki jasa luar biasa bagi Sulawesi Barat.
MSI Sulbar juga mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai aspek administrasi pemakaman di TMP Daerah.
Usulan tersebut kini diarahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan DPRD Sulbar agar dapat segera ditindaklanjuti.
MSI menilai perjuangan Naharuddin dalam proses pembentukan Sulbar tidak hanya menjadi bagian dari sejarah politik daerah, tetapi juga perlu didokumentasikan dan diakui secara resmi agar dapat menjadi rujukan bagi generasi berikutnya.
“Kami berharap rencana pengusulan ini segera direspons Gubernur Sulawesi Barat beserta jajaran DPRD Provinsi, sehingga nilai-nilai perjuangan Drs. Naharuddin, M.Si. dapat diabadikan secara legal dan menjadi teladan bagi generasi penerus di Sulawesi Barat,” kata Adi.
Usulan tersebut saat ini masih berupa dorongan dari MSI Sulbar dan tokoh masyarakat. Keputusan mengenai pengakuan gelar kepahlawanan maupun pemakaman di TMP tetap berada pada kewenangan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. (*)






