Warga Massenrengpulu Siap Jadi Contoh Lawan Narkoba di Lamuru Bone

Foto: Momen sosialisasi anti narkoba di Desa Massenrengpulu yang berlangsung interaktif dan dipandu oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Lamuru, Suparman. (Dok. ENews)

ENEWS, BONE •• Forum Bersama (Forbes) kembali menggelar sosialisasi perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (26/12/2025).

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Desa Massenrengpulu tersebut dihadiri puluhan warga dari berbagai unsur masyarakat.



Sosialisasi berlangsung interaktif dan dipandu oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Lamuru, Suparman, dengan fokus pada penguatan peran masyarakat desa sebagai benteng pertama pencegahan narkoba.

Kepala Desa Massenrengpulu, Wahyudi, menegaskan komitmen penuh pemerintah desa dan warganya untuk menjadi garda terdepan dalam perlawanan terhadap narkoba, khususnya di wilayah Kecamatan Lamuru.

“Kami siap bersinergi dengan Forbes dalam melakukan perlawanan terhadap narkoba. Berikan kami arahan dan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan agar generasi muda di desa kami bisa terselamatkan dari ancaman narkoba,” ujar Wahyudi di hadapan peserta.

Sementara itu, Ketua Forbes Kecamatan Lamuru, Herman Kamal, mengungkapkan bahwa Lamuru merupakan wilayah yang tergolong rawan karena posisinya sebagai daerah perbatasan antarkecamatan yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur peredaran narkoba.

“Lamuru ini wilayah perlintasan. Karena itu, kami minta masyarakat tidak takut untuk melapor. Jika mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba, sampaikan kepada kami atau aparat terkait. Identitas pelapor akan kami lindungi,” tegas Herman.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba yang kian masif menyasar wilayah pedesaan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forbes Bone, Andi Singkeru Rukka, menekankan bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

“Perlawanan terhadap narkoba tidak cukup hanya dengan aparat penegak hukum. Benteng terkuat itu ada di rumah masing-masing. Orang tua harus menjadi pengawas utama anak-anaknya, membangun komunikasi, dan menanamkan nilai moral sejak dini,” kata Andi Singkeru.

Ia menegaskan, Forbes berkomitmen mendorong gerakan masif berbasis desa sebagai strategi nasional pencegahan narkoba, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.

“Mari bersama mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba hingga Bone zero narkoba demi keselamatan gemerasi kita,” ajaknya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya desa-desa tangguh narkoba di Kabupaten Bone, sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia dalam memperkuat perlawanan terhadap narkoba berbasis partisipasi masyarakat. (Red)





Tinggalkan Balasan