banner 728x250 . banner 728x250

Vanessa Angel : Capek di zalimi dan minta di bunuh

Vanessa Angel jalani persidangan

ENEWS – Dalam Sidang lanjutan Kasus UU ITE yang menjerat artis Vanessa Angel begitu mengejutkan dengan ucapan sang artis minta di bunuh karena capek dizalimi.

Pernyataan demikian terungkap usai artis cantik ini menjalani proses pengadilan Negeri Kota Surabaya dengan Agenda Jawaban Esepsi dari Jaksa penuntut umum.

banner 728x250

“Saya sudah lelah di zalimi, mending bunuh saja,” ungkap Vanesa, kamis (02/05/19).

Dalam Proses persidangan kali ini, vanessa tampak lebih enjoy dengan tanpa penutup wajah dimukanya, vanessa lebih anggun dengan potongan rambut barunya yang natural.

Kuasa hukum Vanessa Abd. Malik mengakui adanya ketidakadilan yang dialami kliennya, sehingga telah melaporkan ke bareskrim Polri.

Selain itu kami juga meminta untuk penangguhan penahanan klien kami Vanessa Angel, semoga majelis hakim mengabulkannya.

“Hari ini tim kami yang dijakarta telah mengadukan kasus ini ke bareskrim karena kami melihat ketidakadilan, selain itu kami juga mengajukan penangguhan penahanan karena vanessa sakit,” ujarnya.

Vanessa angel sebelumnya juga dikabarkan ingin mati karena tidak cocok dengan makanan penjara, hal tersebut terungkap oleh mantan kekasih vanessa bibi ardiansyah via sosmednya.

Bibi mengungkapkan bahwa sudah hampir dua bulan Vanessa mendekam sendiri di penjara dan terpaksa makan nasi codong.

Dan saat ini vanessa ogah mengonsumsi makanan tersebut di penjara dan lebih memilih mengakhiri hidupnya.

Meski sudah menyandang status mantan kekasih vanessa “Bibi ardiansyah” masih tetap respek dan tetap memberikan support kepada Vanessa.

Melalui akun sosmednya Bibi ardiansyah mensupport Vanessa angel dengan mengunggah persoalan hukumnya.

Kasus Vanessa Angel ini menyita banyak perhatian orang, satu persatu bukti persidangan pun mulai terkuak guna membuktikan apakah layaknya vanessa untuk di proses Hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *