ENEWS, BONE ••》Kisah cinta lintas negara mempertemukan Chi Fawei (36), warga Shandong, Tiongkok Timur, dengan Sri Wahyuni (21), perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Perkenalan keduanya berawal dari media sosial.
Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka semakin dekat hingga sepakat melangkah ke jenjang pernikahan.
Keseriusan Chi Fawei dibuktikan dengan kedatangannya ke Sulawesi Selatan untuk menemui Sri Wahyuni yang saat ini bekerja di Kabupaten Bone.
Sebelum menikah, Chi Fawei yang sebelumnya beragama non-Muslim memutuskan memeluk Islam.
Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung di Masjid Al Maarif, Watampone, Jumat (12/6/2026), dengan bimbingan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone.
Setelah menjadi mualaf, Chi Fawei memilih nama Islam Abdullah. Ia juga menjalani proses khitan dan diberikan santunan Muallaf berupa peralatan sholat, mushaf dan uang saku dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone.
“Alhamdulillah semua prosesnya berjalan lancar,” ujar Wakil Ketua I Baznas Bone, Rusmin Igho, kepada ENews Indonesia.
Kerabat calon mempelai perempuan, A. Echa, mengatakan saat ini kedua keluarga tengah menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi sebelum akad nikah digelar.
“Kami rampungkan dulu semua proses administrasinya lalu menggelar pernikahan,” kata A. Echa, tante dari Sri Wahyuni.
Menurutnya, setelah resmi menikah, Sri Wahyuni direncanakan akan mengikuti suaminya menetap di Shandong, China.
“Karena bisnis suaminya ada di sana. Jadi rencananya keponakan kami akan ikut suaminya,” ujarnya.
Kisah Abdullah dan Sri Wahyuni menjadi potret hubungan lintas negara yang berawal dari perkenalan di dunia maya, lalu berlanjut pada komitmen untuk membangun rumah tangga bersama.






