Viral  

Video Perundungan Remaja di Bone Viral, Korban Alami Trauma Mendalam

Ilustrasi perundungan. (*)

ENEWS, BONE ••》Kasus perundungan kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang viral di media sosial memperlihatkan seorang remaja perempuan berusia 15 tahun menjadi sasaran kekerasan oleh teman-teman sebayanya.

Dalam rekaman tersebut, korban tampak dikelilingi beberapa remaja perempuan yang diduga masih berstatus pelajar SMP dan SMA.



Korban hanya bisa terdiam saat menerima perlakuan kasar, sementara dari kejauhan terdengar suara yang diduga memprovokasi, seolah membenarkan tindakan perundungan itu.

Peristiwa memilukan itu diketahui terjadi beberapa hari lalu di belakang salah satu sekolah SMP di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.

Korban berinisial PA terlihat tak berdaya menghadapi intimidasi dan tekanan dari kelompok remaja tersebut.

Tak terima dengan perlakuan yang dialami anaknya, keluarga korban segera melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone. Laporan tersebut kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Aktivis Perempuan Bone, Martina Majid, yang turut mendampingi korban, mengungkapkan bahwa kasus ini bukan kejadian tunggal.

Menurutnya, korban telah lama berada dalam situasi rentan dan kekerasan yang dialami berdampak serius pada kondisi psikologisnya.

“Korban mengalami trauma cukup berat dan merasa ketakutan. Fokus kami saat ini adalah pemulihan mental korban dan memastikan ia tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” ujar Martina saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (10/2).

Ia menegaskan, pendampingan terhadap korban akan terus dilakukan, sementara proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bone, IPTU Rayendra Muchtar, membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa meski video baru viral belakangan ini, peristiwa perundungan itu telah terjadi beberapa waktu lalu.

“Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Unit PPA. Kami tengah mengidentifikasi para pelaku serta mendalami motif kejadian,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan kembali video tersebut demi menjaga kondisi psikologis korban.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perundungan masih menjadi ancaman nyata bagi anak-anak dan remaja.

Minimnya pengawasan serta lingkungan yang tidak aman dapat meninggalkan luka mendalam, bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental, yang berpotensi memengaruhi masa depan korban. (Red)





Tinggalkan Balasan