banner 728x250

Kerumunan di Pra Porprov Bola Voli di Bone Disoroti Nitizen, Ini Kata Jubir Satgas Covid19 Bone

BONE, ENEWSINDONESIA.COM – Pra Porprov Bola Voli XVII yang berlangsung selama tiga hari di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi-selatan menuai polemik. Pasalnya acara tersebut menimbulkan kerumunan dan disoroti sebagian masyarakat.

Hal itu terlihat di beberapa postingan di Media Sosial Facebook. Seperti yang di unggah di Group Fb Info Kejadian Bone Official (IKB Official) oleh admin Grup tersebut. Unggahan tersebut diberi caption “Kerumunan di lapangan volly di kota Watampone menuai banyak kritik dari masyarakat, karena malamnya tim satgas merazia warkop-warkop di kota Bone, sedangkan kerumunan ini seolah diacuhkan. Pendapatmu?”.

banner 728x250

Hingga detik ini unggahan tersebut telah mencapai 88 komentar yang pro dan kontra serta 158 like.

Terkait hal itu, jurnalis Enewsindonesia.com mencoba mengkonfirmasi Juru Bicara (Jubir) Satuan Petugas (Satgas) Covid 19 Kabupaten Bone, Drg Yusuf.

“Itu kan kita lihat foto-foto yang saya terima sebagian besar sebenarnya sudah menggunakan masker cuman tidak menjaga jarak. Kemudian yang ke dua, kalau kita melihat ini masyarakat kita ini rindu sekali dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, pertandingan bola, voli,” terang Drg Yusuf ketika dikonfirmasi via telpon seluler, Sabtu (10/7/2021).

“Apalagi sekarangkan musimnya Piala Eropa ini dan banyak bertanya kenapa di sana (Stadion Piala Eropa. Red) sudah bisa nonton di Stadion? Ya, disana beda, mereka itu nonton dalam kondisi sehat semua, sudah diperiksa Swab semua, sudah divaksin semua, kalau kita kan tidak. Itu yang dilakukan masyarakat kita itu terpancing untuk menonton dan menimbulkan kerumunan. Sementara pihak penyelenggara kan memang tidak mengumumkan ini, tidak memanggil penonton datang. Adapun undangan misalnya Forkopimda di dalam kawat besi itu (Lapangan. Red) kan protokol kesehatan jalan (Mematuhi Prokes. Red), tetapi masyarakat kita diluar haus juga dengan hal seperti ini jadi singgahmi nonton,” lanjutnya.

Ketika Drg Yusuf ditanya masalah razia kerumunan di beberapa warung kopi dan Cafe di Kota Bone di malam setelah acara yang menimbulkan kerumunan tersebut, dirinya menjawab bahwa itu tidak berhubungan.

“Kalau itu tidak berhubungan dengan itu (Pertandingan Bola Voli. Red). Memang sudah terjadwal dan malah akan berlanjut setiap Jum’at dan Sabtu sampai tanggal 31, kegiatannya Polres Bone, dan Polres itu bagian dari Satgas. Jadi tidak ada kaitannya dengan ini,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *