Fakar: Satreskrim Polres Gowa Lindungi Oknum Polisi Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

Foto: Pewakilan Massa FAKAR foto bersama dengan Propam Polda Sulsel setelah melakukan pelaporan resmi. (Dok. Akbar/Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR — Forum Aksi Mahasiswa Revolusioner (Fakar) menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan kekerasan seksual yang menimpa perempuan di bawah umur di Kabupaten Gowa. Unjuk rasa tersebut digelar di depan Kantor Polda Sulawesi Selatan, Senin (6/11/2023).

Menurut Fakar, beberapa oknum polisi dari Satreskrim Polres Gowa terlibat pembiaran sehingga kasus tersebut dapat terjadi. Mereka juga menyebut oknum polisi tersebut melindungi Pelaku kekerasan seksual.

  banner 728x250   banner 728x250

Yahya Nur selaku Jenderal Lapangan (Jendlap) menuturkan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari pengawalan terkait insiden kekerasan seksual yang terjadi di Pos Jatanras Polres Gowa yang dilakukan oleh oknum “cepu” Tim Jatanras Polres Gowa.

“Berangkat dari insiden yang terjadi pada hari Minggu 29 Oktober lalu, terjadi tindak pidana kekerasan seksual yang menimpa seorang perempuan di bawah umur yang dilakukan oleh oknum ‘Banpol’ Tim Jatanras Polres Gowa yang kami sangat sayangkan dilakukan di Pos Jatanras,” kata Yahya Nur dalam orasinya.

Ia juga menyebut bahwa pihak Satreskrim Polres Gowa malah melindungi pelaku, bukannya menindak pelaku kekerasan seksual.

“Dimana berdasarkan keterangan dari korban bahwa setelah mengalami tindakan keji yang dilakukan oleh pelaku, korban sempat melapor kepada oknum polisi Tim Jatanras terkait apa yang dialaminya namun justru oknum tersebut malah memberikan uang sebesar Rp 500.000 sebagai uang tutup mulut,” ungkapnya.

Oleh sebab itu kata Yahya, pihaknya akan terus mengawal kasus kekerasan seksual tersebut.

Dalam aksi yang digelar di depan Mapolda Sulsel tersebut massa aksi dari Fakar kemudian diterima oleh pihak Satreskrim dan Propam Polda Sulsel.

Perwakilan dari Satreskrim mengatakan bahwa kasus ini telah ditangani oleh Polres Gowa dan sudah berstatus penyidikan dan pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka.

Pihak Propam juga menjelaskan bahwa Propam Polres Gowa juga telah memeriksa beberapa oknum polisi Tim Jatanras Polres Gowa.

Tak sampai di situ, Fakar juga membuat pelaporan terhadap para oknum Polres Gowa yang menurut mereka bertanggung jawab terhadap kajadian tersebut.

“Pada hari ini kami sepakat untuk membuat pelaporan resmi kepada Propam Polda Sulsel kepada jajaran Polres Gowa yang bertanggung jawab dalam kejadian ini. Korban yang sebelumnya ditahan karena kedapatan berbonceng tiga kemudian diamankan di Pos Jatanras Polres Gowa mengalami kejadian naif tersebut saat berada di bawah pengawasan Tim Jatanras,” urai Jendlap.

“Seluruh jajaran Tim Jatanras dan Satreskrim Polres Gowa seharusnya bertanggung jawab dan harus diberikan sanksi sesuai pertanggungjawaban komando saat bertugas,” tegas Jendlap.

Diketahui dalam aksi tersebut, Fakar membawa beberapa tuntutan diantaranya:
1. Copot Kapolres Gowa,
2. Copot Satreskrim Polres Gowa,
3. Pecat oknum Jatanras yang diduga melindungi pelaku kejahatan seksual,
4. Adili pelaku kejahatan seksual sesuai Undang-Undang yang berlaku.
5. Berikan keadilan kepada korban kekerasan seksual.

banner 728x250  

Tinggalkan Balasan

error: waiittt