ENEWS, BONE •• Bentrokan antarkelompok pemuda menghebohkan warga BTN Awaliyah Regency 2, Jalan Poros Majang–Pallengoreng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (9/1/2026) dini hari sekitar pukul 00.10 Wita.
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka, termasuk satu korban perempuan.
Informasi yang dihimpun ENews Indonesia menyebutkan, rangkaian bentrokan ini berawal dari sebuah pesta di Desa Mico, Kecamatan Palakka, pada Rabu (7/1/2026).
Salah seorang korban, Rian (20), warga Bakunge, Kecamatan Ponre, mengungkapkan bahwa dirinya bersama beberapa teman sempat diadang sekelompok pemuda saat mengantar seorang teman perempuan pulang.
“Mereka menuduh kami akan melakukan perbuatan tidak senonoh. Saat itu saya langsung diserang dan disabet senjata tajam di lengan kiri,” ujar Rian kepada ENews Indonesia.
Akibat serangan tersebut, Rian mengalami luka sayat dan sempat melarikan diri dari lokasi kejadian.
Peristiwa itu kemudian memicu aksi saling serang antar kelompok yang berlanjut ke Terminal Palakka pada Kamis (8/1/2026) sore.
Bentrokan tersebut sempat terekam dan viral di media sosial. Polisi mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat.
Puncak bentrokan kembali terjadi di BTN Awaliyah Regency 2. Kelompok Rian diserang oleh kelompok lawannya menggunakan senjata tajam jenis parang serta sejumlah benda tumpul.
Dalam kejadian ini, beberapa korban mengalami pemukulan hingga pingsan. Diketahui, sebagian korban masih berusia di bawah umur.
Rian menjadi korban dengan luka paling serius. Pantauan ENews Indonesia di lokasi, korban mengalami luka di bagian dahi dan pelipis dengan kondisi berlumuran darah akibat penganiayaan.
Personel Satuan Reserse Kriminal Polsek Tanete Riattang yang diback up Satuan Intelkam Polres Bone segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.
Sejumlah terduga pelaku beserta barang bukti berhasil diamankan, sementara para korban diarahkan untuk menjalani visum dan perawatan medis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif dan memastikan jumlah pelaku yang terlibat dalam rangkaian bentrokan tersebut. (Red)





