banner 728x250

20 Tahun Berkuasa, Klan Masdar Tidak Memberikan Perubahan Nyata di Polman

ENEWSINDONESIA.COM, POLMAN – Politik dinasti menjadi sorotan dikalangan politisi muda Polewali Mandar karena selama dua dekade kepemimpinan klan Masdar tidak membawa perubahan real di masyarakat.

Mantan Anggota DPR-RI Periode 2009-2014 Dapil Sulbar, Hendra Singkarru menilai, kepemimpinan klan Masdar selama 20 tahun tidak membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat Polman.

banner 728x250

“Saya malu melihat daerah tempat kelahiran saya, sudah dua puluh tahun tidak ada perkembangan, daerah yang punya potensi yang luar biasa tapi tertinggal. Mestinya pemerintah saat ini memberikan perubahan yang nyata kepada masyarakat,” ungkapnya melalui sambungan telpon, Rabu (19/5/2021).

Pria kelahiran Polewali itu menjelaskan, masyarakat sudah memberikan kesempatan klan Masdar memimpin Polman selama 20 tahun untuk memperbaiki daerah, tapi kemampuannya tidak ada. mestinya peluang itu dimanfaatkan dengan baik.

“Saya tidak anti dinasti dan tidak permasalahkan soal dinasti selama mereka memiliki kemampuan untuk memperbaiki daerah, menggerakkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat. Kita melihat selama ini dia hanya memiliki keinginan tapi kemampuan tidak ada,” jelas pengusaha sukses itu.

Pemimpin itu harus memiliki jaringan yang luas dan kuat. Bukan hanya menggarap APBD dan APBN masuk di daerah tapi bagaimana cara mendatangkan investor asing untuk menggerakkan perekonomian, karena banyak yang bisa dikembangkan di Polman.

“Ketika kita memiliki jaringan luas, saya yakin kita bisa mendatangkan anggaran dari luar untuk menggerakkan ekonomi di daerah. Karena wadahnya sudah ada, tinggal kemampuan pemimpin untuk melobi dan mengelolah. Sebagai pemimpin daerah harus mampu memberikan peluang kepada Investor asing agar lapangan kerja terbuka untuk masyarakat,” paparnya.

Kalau mau memutus mata rantai dinasti, kita harus konsisten dan tidak mengkhianati hasil pertemuan politisi muda itu. Jangan sampai ada yang ditawari untuk menjadi 02 oleh klan Masdar akhirnya membelok. Kita berbicara untuk kesejahteraan masyarakat bukan kepentingan pribadi.

“Saya setuju kalau ada putra daerah yang memiliki potensi untuk maju memutus mata rantai dinasti ini. Kita harus konsisten berjuang untuk masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi. Saya tidak anti dinasti selagi dia mampu mensejahterakan masyarakat, melakukan perbaikan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan di daerah,” pintanya. (*)

Respon (1)

  1. Sy pribadi juga tdk mempermasalhkan siapa yg meminpin polman, sulbar.. asal punya kemampuan membangun dan memajukan daerah demi kesejehteraan masyarakat.. jgn hanya jago memperkaya diri dan keluarga.. semua posisi dan jabatan ditempatkan saudara sendiri..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *