banner 728x250 . banner 728x250
Bone, KPU  

Sejumlah Warga Kahu, Libureng, Lapri Pertanyakan Hasil Tes Wawancara PPS Bone

Ilustrasi pemilu. (Ist)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Hasil tes wawancara perekrutan anggota Panitia Pemilihan Suara (PPS) yang diumumkan pagi tadi terus menuai sorotan sejumlah pihak. Independensi dan transparansi Komisi Pemilihan Umum Bone, Sulawesi Selatan dipertanyakan.

Baca: https://enewsindonesia.com/hasil-tes-wawancara-anggota-pps-bone-disorot-diduga-sarat-kecurangan/

banner 728x250

Baca juga: https://enewsindonesia.com/elina-lestari-calon-pps-libureng-tak-mau-tinggalkan-kantor-kpu-bone-hingga-dapatkan-jawaban/

Terbaru, redaksi Enews Indonesia kembali menerima keluhan dari warga Kecamatan Kahu.

Salah satu tokoh pemuda Kahu, Juardi menyampaikan bahwa memiliki nilai tertinggi hasil Computer Assited Test (CAT) bukan jaminan bisa lolos seleksi anggota PPS di Kabupaten Bone.

“Buktinya ada sejumlah peserta mendapat peringkat tertinggi CAT tapi tidak lolos seleksi setelah tes wawancara,” kata Juardi, Selasa (24/1/2023).

Ia menilai KPU tidak transparan dan tidak fair dalam proses seleksi termasuk hasil tes wawancara tidak dipublikasikan ke peserta.

“Tidak jarang dari mereka banyak mengeluhkan dengan nilai tertinggi CAT, namun gagal lolos seleksi PPS KPU Bone,” tambahnya.

Baca juga: https://enewsindonesia.com/independensi-dan-transparansi-kpu-bone-dipertanyakan-elina-saya-cuma-mau-lihat-hasil-tes-wawancara/

Terpisah, Nirmayanti peserta seleksi PPS Desa Maggenrang, Kecamatan Kahu, mengungkapkan dirinya mendapatkan hasil CAT peringkat pertama dengan nilai skor 85.

“Dibandingkan dengan peserta lainnya dan bahkan skor 85 itu nilai tertinggi CAT se- Kecamatan Kahu malah yang lolos 3 besar hasil seleksi adalah yang memiliki nilai skor lebih rendah dibawah,” katanya.

Peserta lain, Hasmita peserta seleksi PPS dari Desa Nusa, Kecamatan Kahu pun mengalami hal yang sama pada tes CAT dengan nilai skor 85 dan juga tertinggi dari peserta lainnya tapi ia tidak lolos setelah wawancara.

“Standar bobot penilaian wawancara dan hasilnya tidak jelas dan sangat subjektif. KPU tidak konsisten dalam menjalankan tahapan Pemilu,” tegasnya.

“Sedianya pengumuman hasil seleksi PPS 21 – 23 Januari tapi malah hasil seleksi yang dinyatakan lolos dipublis tanggal 24 Januari di subuh hari. Ada apa sebenarnya kok molor sampai subuh?” Sambungnya.

Hal serupa juga dikeluhkan Kepala Desa Sengengpalie Mardatillah Latif. Dia menyebut waraganya yang mendapat nilai tertinggi di CAT harus menelan kekecewaan.

Namun hal unik yang dialami salah seorang warga Kecamatan Libureng bernama Sandi Ahmad. Dia mengaku saat ingin mendaftar calon anggota PPS, pihak panitia mengeluarkan bahasa yang menurutnya cukup kasar.

“Saya  kemarin mendaftar baru na temuika Panswascam, bahasanya jangnmi mendaftar ini bahasa kasarnya begitu,” ungkap Sandi melalui pesan instan kepada Enews Indonesia.

“Belumpa bertarung kak, cuma saya tau diriku karena ditanyaka begitu dalam bahasa kasarnya, jangnmi mendaftar sama panitia,” tambahnya.

Sandipun mengurungkan niatnya untuk mendaftar menjadi calon anggota PPS.

Ketua KPU Bone, Isharul Haq belum menggapi konfirmasi redaksi Enews Indonesia terkait hal ini hingga berita ini diterbitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *