banner 728x250 . banner 728x250
Bone, KPU  

Independensi dan Transparansi KPU Bone Dipertanyakan, Elina: Saya Cuma Mau Lihat Hasil Tes Wawancara

Foto: tangkapan layar gambar KPU tentang PPS.

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Polemik hasil pengumuman tes wawancara perekrutan Panitia Pemilihan Suara (PPS) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yanh disoroti sejumlah pihak terus bergulir.

Diketahui, pengumuman yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone tersebut telah beredar pagi tadi, Selasa (24/1/2023).

banner 728x250

Kepala Desa Samaenre, Syamsuddin mengaku kecewa dengan hasil pengumuman tersebut. Ia menyebut seluruh kepala desa di Bengo tidak akan hadir dalam pelantikan.

“Seluruh perangkat desa saya tidak ada yang lulus, begitupun desa lain di Kecamatan Bengo. Saya rasa susah mendata PPS kalau begini,” ujarnya melalui pesan instan kepada Bonepos, Selasa (24/1/2022).

Terpisah, Andi Idhil warga Kecamatan Libureng juga kecewa dengan hasil pengumuman tersebut. Ia juga menduga hal ini sarat akan kecurangan.

“Ini sistem kekeluargaan, ada anggota saya atas nama Elina Lestari, dia nilai tertinggi di tes CAT se- Kelurahan Ceppaga namun yang lolos malah nilai yang terendah,” ungkap Idhil.

Idhil menambahkan, saat ini, Elina Lestari berangkat ke kantor KPU Bone untuk mempertanyakan hal tersebut.

Terbaru, setelah Elina Lestari tak mendapatkan jawaban di kantor KPU Bone sekitar pukul 02.00 Wita siang tadi, dirinya mendatangi Bawaslu Bone.

“Saya kesini pak ingin difasilitasi agar bisa bertemu KPU. Saya tidak menuduh KPU curang tapi saya hanya meminta tranparansi apa kekurangan saya sehingga kedepan akan saya jadikan pembelajaran terkait kekurangan saya itu,” kata Elina dari hasil rekaman yang dikirimkan ke redaksi Enews Indonesia.

Menanggapi hal itu, salah satu staf Bawaslu yang menerima kedatangan Elina, Arif Rahmat menyampaikan bahwa pihaknya tidak ada kewenangan terkait hal itu.

“Sejauh ini kami lihat perekrutan PPS sudah sesuai juknis. Kami tidak ada kewenangan sejauh itu untuk memfasilitasi pertemuan dengan pihak KPU. Konfirmasi langsung saja ke KPU,” kata Arif dalam isi rekaman tersebut.

Elina pun mengatakan dirinya sudah mengkonfirmasi bahkan mendatangi kantor KPU dari pukul 11.00 Wita hingga jam 02.00 namun belum mendapatkan jawaban.

“Kami hanya mau lihat hasil tes kami, kekurangannya dimana? Tes CAT saya urutan pertama, maka saya mau lihat apa kekurangan saya dites wawancara,” kata Elina.

Pihak Enews Indonesia juga telah mengkonfirmasi pihak KPU namun belum mendapatkan jawaban (pesan instan hanya dibaca tanpa dibalas) hingga berita ini diterbitkan.

Respon (4)

  1. Saya juga urutan pertama, kok tidak lulus, saya urutan nomor 2 kecamatan juga… Klo perekrutan nya saja sudah curang.. Apa lagi dalam pengambilan suara nya nanti.. Golput aja nggak usah ada yang pergi memilih.. Awal nya aja udah curang… Dasar…

  2. Ha ha ha, dimana2 jg gitu, ini bkn masalah kemampuan, atau pengalaman sebagai penyelenggara pemilu ,ini masalah …
    Tau kan? Percuma diprotes, gakda guna, kita yg di zholimi ini gakda tempat mengadu

  3. Saya juga nilai cat tertnggi ke -2 se kecamatan srumbung, kab magelang..
    Tp tdk apalah, yg jd panelis ujian wawancara teman pps thn 2019, jelas ada unsur kedekatan emosional..
    Kl sy yg jd ketua ppk malu, nilai yg diloloskan 72, 78 &88, pdhl nilai sy 106..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *