banner 728x250

Ratusan Mahasiswa Berunjuk Rasa di Halaman Kantor DPRD Sulbar, Menolak UU Cipta Kerja

Enewsidonesia.com – Ratusan massa aksi mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat, mereka tergabung dalam Mahasiswa dan Pemuda melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Sulbar menolak Undang-undang (UU) Omnibus Law yang disahkan oleh pemerintah dan DPR-RI pada, Senin (5/10) lalu.

Koorditor lapangan aksi, Radit menjelaskan bahwa UU Cipta kerja secara akademik bertentangan dengan konstitusi 1945 dan statusnya akan menjadi payung hukum bagi aturan yang lain.

banner 728x250

“Indonesia saat ini, tidak sedang menerapkan sistem hukum common law (hukum adat), yang dimana hukum diatur berdasarkan pada kebiasaan yang ada di masyarakat,” ujar Sakti dalam orasinya, Rabu (7/10/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa sistem hukum seperti ini, kemudian menjadikan hakim sebagai satu-satunya sumber pengambilan keputusan dalam pengadilan itu sendiri.

“Tidak hanya itu Omnibus Law RUU cipta kerja, juga telah mengkhianati cita-cita kemerdekaan Indonesia, yang menginginkan terciptanya masyarakat yang sejahtera adil dan makmur,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahim menerima massa aksi penolakan UU Cipta Kerja. Meskipun beliau masih dalam masa pemulihan setelah melakukan karantina mandiri selama kurang lebih 20 hari, namun semangat memperjuangan nasib masyarakat tidak pernah mengenal lelah.

“Gelombang penolakan UU Cipta Kerja di Sulawesi Barat memang terus mengalir, bahkan kami di DPRD provinsi, telah membuat surat untuk diteruskan ke DPR RI,” ujar politisi Partai Dasdem itu.

Lebih lanjut anggota DPRD empat periode itu menyampaikan, kami akan melakukan sesuai kemampuan kami, UU Omnibus Law sudah terjadi begitu kuat, bahkan DPRD Sulbar telah sekian kali menerima aspirasi yang sama. (HH) | ADV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *