Kronologi Lengkap, ABK Asal Bone Hanyut di Pelabuhan Larea-rea Sinjai

Tim gabungan Basarnas saat mencari korban di sekitar pelabuhan Larea-rea Sinjai.

ENEWSINDONESIA.COM, SINJAI ▪︎ Nasib nahas menimpa seorang Anak Buah Kapal (ABK) KMN Cahaya Madinah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Wawan (20). Wawan dilaporkan terjatuh dari kapalnya saat kembali dari melaut. Kejadian terjadi sekira pukul 04.30 Wita dini hari tadi, Rabu (3/7/2024).

Dari informasi yang dihimpun, Wawan merupakan warga Ellue, Desa Massangkae, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.

banner 728x250      
 

Dari kesaksian Sapri yang merupakan paman korban yang saat itu melaut bersama korban Sekira pukul 04.00 Wita subuh, kapal nelayan yang ditumpanginya sudah dekat dari pelelangan ikan Larea-rea Sinjai.

“Karena kencang arus sekitar muara pintu masuk (Bongkasa) ke pelelangan, kami berlima berjuang mengarahkan laju kapal di tengah terpaan ombak dan arus yang deras,” kata Sapri kepada Enewsindonesia.com, Rabu (3/7/2024).

Lebih lanjut ia memaparkan, saat itu empat orang sempat terjatuh di kapal saat melawan derasnya ombak.

“Olleng, Canci, dan Anto jatuh tapi masih di kapal dan sempat menyelamatkan diri. Berbeda dengan Wawan, dia langsung tercebur jatuh ke laut,” ungkapnya.

Saat Wawan terjatuh kata Sapri, rombongannya sempat mencari beberapa jam tapi cuaca kurang mendukung, ditambah lagi perahu sempat mengalami kerusakan (mati lampu). Kondisi itulah yang membuat pencarian mengalami jalan buntu.

Saat ini, kediaman Wawan di Kabupaten Bone dipenuhi warga yang menantikan hasil pencarian korban oleh Tim dari Basarnas.

“Ratusan mi warga berkumpul di rumahnya Wawan sejak tadi, mulai dari sesama nelayan, tokoh masyarakat dan pemuda,” ujarnya.

Foto: Suasana duka di kediaman korban Wawan di Desa Massangkae, Kecamatan Kajuara. (Dok. Enews)

Sementara itu, pagi tadi Basarnas menerjunkan personel Pos Sar Bone menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

“Kami menerima laporan adanya ABK Kapal nelayan yang terjatuh di perairan Sinjai dan langsung mengerahkan personel dari Pos Sar Bone menuju ke lokasi melakukan pencarian,” ungkap Muhammad Arif Anwar selaku Kepala Kantor Basarnas Makassar.

Lebih lanjut, Arif Anwar menjelaskan bahwa timnya yang tiba di lokasi langsung koordinasi dengan nelayan setempat dan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Setelah Tim Basarnas tiba, langsung melakukan koordinasi dengan nelayan setempat dan langsung melakukan pencarian dengan membagi 3 SRU (Search and Rescue Unit) dalam upaya menemukan korban,” imbuhnya.

Proses pencarian yang dilakukan Tim Sar Gabungan hingga menjelang malam hari belum membuahkan hasil dan pertimbangan penerangan maka operasi sar dihentikan sementara dan rencana akan dilanjutkan besok pagi.

“Hari ini Tim Sar Gabungan telah melakukan upaya pencarian, namun hingga menjelang petang tadi belum ditemukan tanda keberadaan korban karenanya dengan pertimbangan efektifitas pencarian maka dihentikan sementara dan dilanjutkan besok,” terang Arif Anwar.

“Semoga besok proses pencarian bisa dioptimalkan dan korban bisa segera ditemukan,” harap Arif Anwar.

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  

Tinggalkan Balasan