banner 728x250

Kota Makassar Sering Banjir? Begini Solusi ARB

Photo : ARB Diskusi Bersama Komunitas Wartawan Politik Sulsel di Cafe Res_Publika Makassar

Enewsindonesia.com, Makassar – Calon Wakil Walikota Makassar, Dr Abdul Rahman Bando (ARB) rupanya telah mengantongi solusi atas permasalahan banjir yang menjadi langganan warga Makassar setiap musim hujan tiba.

Pasangan Calon Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) ini telah lama mengusulkan solusi tersebut kepada walikota sebelumnya, Moh Ramdhan Pomanto (Danny), yakni sejak tahun 2015. Namun sayang, usulan tersebut tidak ditindaklanjuti dengan baik dan tepat sasaran.

banner 728x250

“Mengatasi banjir adalah melakukan tata kelola air yang bagus. Drainase kita rata-rata kecil dan penuh sedimen sehingga tidak mampu menampung debit air. Akses ke kanal-kanal juga tidak lancar. Tapi yang paling penting adalah membangun titik penampungan air,” kata ARB dalam diskusi yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulsel kemarin di Cafe Res_Publica, Jl AP Pettarani Makassar, Minggu 5 April 2020.

Satgas drainase dan normalisasi kanal menurutnya belum cukup untuk mengatasi besarnya debit air yang mengalir ke Kota Makassar setiap musim hujan. Karena hanya bersifat jangka pendek. Memperbanyak titik penampungan air seperti waduk adalah solusi jangka panjang yang paling efektif.

“Sudah saatnya Makassar membangun titik-titik penampungan air. Setiap musim kemarau, penampungan ini juga akan menjadi sumber air dan menjadi frontier baru dalam memperluas daerah ruang terbuka hijau. Begitupun dengan dua aliran sungai yang mengapit Makassar,” lanjutnya

Normalisasi dan penataan bantaran sungai selain menjadi solusi banjir juga bisa mendatangkan PAD dari sektor pariwisata jika kelola dengan baik. Karenanya, tingginya sedimentasi di sungai Tallo dan Jeneberang sudah harus diatasi pemerintah sejak dini.

“Di Belanda, sungai menjadi frontier dalam mengatasi banjir dan sekaligus tempat wisata. Saya sudah membangun Ekonima Wisata Bahari dengan memanfaatkan alur Sungai Tallo dan Jeneberang. Masyarakat disana sekarang sudah merasakan manfaatnya. Dan itu dibangun bukan menggunakan APBD,” tandasnya

Penataan dan normalisasi bantaran Sungai Tallo dan hutan mangrove pesisir utara Makassar dibangun melalui kerjasama dengan pemerintah, masyarakat dan lembaga internasional PBB. Keberhasilan program ini pulalah yang membuat ARB diundang oleh PBB ke Roma, Italia pada tahun 2017.

Kala itu, ARB didapuk penghargaan Pengelola Terbaik Costal Community Development Program International Fund For Agricultural Development (CCDP–IFAD) oleh unit Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). ( HW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *