Kasus Penggelapan Dana Proyek, Oknum Admin Perusahaan di Bone Dipolisikan

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Seorang pelaksana proyek drainase tahun 2021 di Bone bernama Asdar melaporkan dugaan penggelapan oleh seorang oknum admin perusahaan CV. Yusdi Jaya Abadi inisial SA (25).

Dari data yang dihimpun, proyek tersebut merupakan proyek drainase Lingkungan Harapan, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Rittang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Tahun Anggaran 2021 (pengadaan langsung) dengan nilai kontrak Rp. 183.600.000,00.

Asdar selaku korban dugaan penggelapan tersebut mengungkapkan bahwa dana yang digelapkan tersebut sejumlah Rp. 73.977.000.

“Waktu saya tanya kepada pelaku, dia bilang belum cair. Kemudian saya cek di keuangan, ternyata sudah cair beberapa hari sebelum lebaran (Idul Fitri 2022),” ungkapnya.

Asdar melanjutkan, dirinya menanyakan kembali perihal uang tersebut kepada pelaku dengan memperlihatkan bukti pencairan.

“Akhirnya pelaku mengakuinya dan berjanji akan membayarnya hingga batas waktu hari ini,” lanjut Asdar kepada Enewsindonesia.com (Kamis 16/6/2022).

Konsultan hukum korban, Alfianto, S.H. mengemukakan bahwa unsur objektif dan subjektif seperti unsur kesengajaan dari pelaku telah kami kemukakan dihadapan petugas SPKT.

“Alat bukti dan jejak digital sudah kita kumpulkan untuk memperluas adanya tindakan melawan hukum merujuk Pasal 5 ayat (2) UU ITE hukum acara yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan perluasan dari alat bukti hukum yang sah,” terang Alfian.

Sementara itu, Direktur CV. Yusdi Jaya Abadi, Yusdi ketika di konfirmasi melalui telpon selulernya menyatakan bahwa siap membantu korban terkait kasus dugaan penggelapan tersebut.

“Kalau sudahmi melapor, maumi diapa, saya bantuji juga, karena haknya tawwa orang,” kata Yusdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.