Gas LPG 3 Kg Langka di Bone, Dugaan Monopoli Distribusi Menguat

Tabung gas bersubsidi LPG 3 Kg. (Dok. ENews)
Tabung gas bersubsidi LPG 3 Kg. (Dok. ENews)

ENEWS, BONE ••》Kelangkaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi yang terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir memunculkan dugaan adanya penguasaan atau monopoli distribusi oleh pihak tertentu.

Di tengah sulitnya masyarakat memperoleh LPG bersubsidi, pasokan tabung gas justru terlihat terus didistribusikan ke sejumlah agen. Ironisnya, warga tetap harus berburu gas hingga ke luar daerah, sementara harga di tingkat pengecer melonjak menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung.



Seorang warga Kecamatan Cina, Manya, mengaku baru memperoleh LPG 3 kilogram setelah agen langganannya mengambil stok dari Kabupaten Sinjai.

“Kami terus mencari, tapi baru dapat setelah tempat kami beli pergi mengambil gas di Kabupaten Sinjai,” ujarnya kepada ENews Indonesia, Rabu (5/8/2026).

Keluhan serupa disampaikan Sari, warga Kota Watampone. Selama dua hari terakhir ia tidak berhasil mendapatkan gas meski telah berkeliling ke sejumlah pangkalan dan pengecer.

“Terpaksa beli makanan di luar. Dari kemarin saya keliling cari gas, tapi tidak dapat,” katanya.

Pasokan Masuk, Warga Tetap Kesulitan

Untuk memastikan kondisi di lapangan, ENews Indonesia melakukan penelusuran pada Rabu (5/8/2026).

Tim mengikuti truk khusus pengangkut LPG 3 kilogram bertuliskan PT Cahaya Antar Utama dari arah Tirong menuju Jalan Majang. Truk tersebut tiba di salah satu agen LPG di Kota Watampone.

Saat dikonfirmasi, seorang pekerja hanya menjawab singkat.

“Maaf Pak, sudah ada yang pesan.”

Sopir truk mengaku hanya menjalankan tugas mengantar tabung ke agen yang telah ditentukan.

“Saya cuma bertugas mengantar ke agen yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Penelusuran dilanjutkan hingga sebuah agen di Jalan D.I. Panjaitan. Jawaban yang diterima kembali serupa.

“Ada yang punya pesanan, Pak.”

Ketika dimintai penjelasan mengenai pihak yang dimaksud dan mekanisme penyalurannya, pria tersebut memilih tidak memberikan keterangan.

Diduga Ada Penguasaan Distribusi

Hasil penelusuran ENews Indonesia menunjukkan pasokan LPG 3 kilogram tetap keluar dari gudang dan didistribusikan ke sejumlah agen. Namun, pada saat yang sama masyarakat mengaku kesulitan memperoleh gas bersubsidi tersebut.

Fakta bahwa tabung terus didistribusikan, sementara warga di berbagai wilayah tetap mengalami kelangkaan, memunculkan dugaan adanya penguasaan distribusi atau praktik yang menyebabkan pasokan tidak tersalurkan secara normal kepada masyarakat. Dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, ENews Indonesia telah berupaya meminta konfirmasi kepada instansi terkait dan pihak Pertamina mengenai penyebab kelangkaan serta dugaan penguasaan distribusi LPG 3 kilogram di Kabupaten Bone. Namun, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

ENews Indonesia akan terus menelusuri persoalan ini untuk memastikan penyebab kelangkaan dan mengungkap apakah terdapat pelanggaran dalam rantai distribusi LPG bersubsidi di Kabupaten Bone. (REDAKSI)





Tinggalkan Balasan