Bone  

Kantor Desa Corawali tak Difungsikan? Begini Penjelasan Kades

Foto: Kades Corawali, H Muksin. (Dok. Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Pelayanan pemerintahan di Desa Corawali, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan terganggu akibat dampak dari Pilkades sebelumnya.

Bahkan, pelayanan kantor desa setempat dipindahkan sementara di gudang milik kepala desa yang terpilih, H. Muksin.

banner 728x250      
 

Dalam pantauan Enewsindonesia.com, Kamis (25/5), di dalam kantor desa Corawali terdapat sebuah ruangan yang luas yakni Perpustakaan, dapur dan WC yang kemudian tertutup dan telah dipaku paten dari balik pintu hingga tidak lagi bisa diakses.

Penutupan pintu ini nampak memotong sebagian besar ruangan yang tentunya tidak lagi memungkinkan kondisi pelayanan sebagaimana Kantor desa pada umumnya.

Foto: Tampak ruangan yang ditutup dan tak bisa dikses karena telah dipaku dari dalam. (Dok. Enews)

Diduga, hal tersebut dilakukan oleh oknum eks perangkat desa sebelumnya.

“ini diduga ditutup oleh pihak eks Sekdes. Mereka mengklaim bahwa itu miliknya. Setahu kami tidak ada legalitas yang membuktikan itu miliknya. Padahal waktu pembangunan kantor tersebut, mulai dari pondasi, perintisan jalan saya ada,” ungkap Sultan salah satu tokoh masyarakat setempat, Kamis (25/5/2023).

Sultan menyebut bahwa tanah tersebut milik Baco Tang yang sebelumnya dihibahkan untuk pembangunan masjid.

“Tapi tidak jadi bangun masjid karena tanah disebelahnya sudah ada masjid lalu dialihkan pembangunan kantor desa, karena manfaatnya juga sama untuk kemaslahatan masyarakat,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Corawali, H Muksin menyampaikan bahwa pelayanan masyarakat untuk sementara dialihkan ke gudang miliknya yang tak jauh dari lokasi kantor desa.

“Pemindaan pelayanan masyarakat ini untuk menghindari riak-riak di masyarakat terkait konflik yang ada. Bagaimana caranya mau difungsikan kalau WC tidak ada. Saya pribadi bisa lari ke masjid untuk buang air, tapi perangkat desa yang wanita, warga masyarakat yang datang butuh pelayanan bagaimana,” imbuh Muksin.

Foto: tampak kantor pelayanan masyarakat Desa Corawali di gudang H Muksin. (Dok. Enews)

Muksin menambahkan, untuk sementara kantor desa dibenahi dengan membangun WC.

“Wallahu A’lam siapa yang tutup setengah ruangan di dalam kantor desa, kita mengalah saja hingga ada legalitas yang jelas. Pelayanan masyarakat tetap berjalan tapi sementara tempatnya dipindahkan hingga selesai dibenahi,” ujarnya.

(Mimienk Lee)

banner 728x250   banner 728x250