banner 728x250

HMI Tarbiyah dan Masika-Icmi Diskusi Daring, Kondisi Pesantren di Masa Pandemi

Enewsindonesia.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah dan Keguruan Cabang Gowa Raya bersama Majelis Sinergi Kalam – Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (MASIKA-ICMI) gelar diskusi daring dengan mengusung tema, Pondok Pesantren di Tengah Wabah Pandemi Covid-19.

Kegiatan ini dilangsungkan melalui via zoom dan  live Facebook HMI Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada pukul 13:30-15:00, Rabu (22/07/2020).

banner 728x250

Diskusi daring ini menghadirkan dua pembicara yang mumpuni, yaitu Prof Dr Muh Qasim Mathar, MA, selaku pengasuh Pondok Pesantren Matahari dan Drs Samsu Niang, MPd Anggota Komisi VIII DPR RI.

Qasim Mathar diawal diskusi menyebut pesantren sudah tidak ketinggalan informasi lagi seputar pandemi Covid-19, karena mereka sudah memiliki media informasi seperti tv dan media-media lainnya.

Orang pesantren tidak terlalu khawatir dengan wabah Covid karena pesantren memiliki konsep tawakkal yang kokoh kepada Tuhan.

“Saya berharap kepada pemerintah agar memperhatikan pondok pesantren dan lebih memaksimalkan bantuan kepada pesantren karena ada ribuan pesantren di Indonesia yang membutuh perhatian pemerintah ditengah wabah pandemi Covid-19,” ungkap mantan aktivis HMI dan juga dosen UIN Alauddin Makassar.

Sementara itu Anggota Komisi VIII DPR RI  Drs Samsu Niang, MPd, mengatakan,”pemerintah sudah mengucurkan dana covid untuk operasional pesantren di Indonesia sebanyak 2,7 triliun. Pemerintah akan melakukan bageting untuk peningkatan mutu pesantren di tahun 2021 mendatang,” ujarn Samsu Niang.

Pada kesempatan itu juga, Prof Suardi Ismail sebagai pasilitator pertemuan diskusi daring, juga sebagai Pengurus Nasional Masika-Icmi, berharap kepada pemerintah agar lebih memberi perhatian kepada pesantren.

“Pesantren merupakan institusi yang tidak lagi mengelola pendidikan semata tetapi sudah menjadi bagian dari pengembangan dan perjuangan bangsa,” tutup Ismail Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong.

Sementara itu Ketua Umum Komisariat Tarbiyah dan Keguruan Cabang Gowa Raya Al Fachmi Machmud ketika di hubungi via WhatsAp, Ia mengatakan selama diskusi berlangsung berharap kedepannya pesantren harus menjadi lokomotif pendidikan yang terdepan.

“Saya sebagai alumni Pondok Pesantren, berharap kepada pemerintah dan juga masyarakat untuk lebih mengapresiasi keberadaan pondok pesantren, karena pesantren merupakan institusi yang secara proporsional mengahadapi permasalahan pendidikan di masa pandemi Covid-19,” pungkas Fahmi jebolan Pesantren Al-Ikhlas asal Sulawesi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *