Kepala SMKN 6 Makassar Minta Maaf, Klarifikasi Video Viral yang Dinilai Tindakan Kekerasan

Kepala SMKN 6 Makassar, Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd. (Dok. Angki)
Kepala SMKN 6 Makassar, Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd. (Dok. Angki)

ENEWS, MAKASSAR ••》Kepala SMKN 6 Makassar, Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf terkait video yang viral di media sosial dan memperlihatkan dirinya menyentuh tubuh seorang siswa menggunakan kaki. Video tersebut memicu beragam tanggapan publik setelah dinarasikan sebagai tindakan kekerasan terhadap siswa.

Andi Nursidah menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak menggambarkan peristiwa secara utuh. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan untuk membangunkan seorang siswa yang tertidur pulas dan tidak merespons panggilan maupun upaya teman-temannya membangunkan.



“Saya menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua siswa dan masyarakat atas ketidaknyamanan serta kesalahpahaman yang timbul. Saya menyadari cara yang saya gunakan dapat menimbulkan persepsi yang kurang baik, tetapi niat saya semata-mata untuk memastikan kondisi siswa,” kata Andi Nursidah, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat memasuki ruang kelas yang kosong karena guru mata pelajaran sedang mengikuti kegiatan di luar sekolah. Di dalam kelas, ia mendapati seorang siswa tertidur usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Andi Nursidah, siswa tersebut tidak memberikan respons meski telah dibangunkan oleh teman-temannya maupun dipanggil secara langsung.

“Karena khawatir terjadi sesuatu pada kondisi kesehatannya, saya menyentuh tubuh siswa menggunakan ujung kaki sambil terus memanggil namanya hingga akhirnya terbangun,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada unsur kekerasan ataupun niat menyakiti siswa dalam tindakan tersebut.

Terkait beredarnya video, Andi Nursidah mengatakan rekaman itu awalnya hanya dibagikan di grup internal sekolah sebagai bahan evaluasi bagi guru mengenai pentingnya pengawasan kelas ketika guru berhalangan hadir.

“Video itu tidak pernah saya unggah ke media sosial. Sangat disayangkan rekaman tersebut beredar keluar dengan narasi yang tidak utuh sehingga menimbulkan persepsi negatif,” katanya.

SMKN 6 Makassar menyatakan siap memberikan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan maupun pihak berwenang apabila diperlukan. Pihak sekolah juga menyatakan akan menghormati seluruh proses pemeriksaan yang berlangsung sesuai ketentuan.

Andi Nursidah berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar dan menunggu hasil klarifikasi secara menyeluruh. (Angki Perdana)





Tinggalkan Balasan