Bupati Sumba Barat Tekankan Upaya Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Foto: penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Penentuan Titik Batas antara Kelurahan/Desa di aula kantor Bupati Sumba Barat. (Dok. Istimewa)

ENEWSINDONESIA.COM, NTT – Pamong Praja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Kerja (Raker) yang dirangkaikan dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Penentuan Titik Batas antara Kelurahan/Desa di aula kantor Bupati, Selasa (29/11/2022).

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menekankan agar Raker Pamong Praja  hari  ini juga  harus  menjadi  wahana bagi semua untuk berkomitmen dalam mensukseskan upaya-upaya pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sumba  Barat.

 
 

Bupati melanjutkan, terkait permasalahan stunting adalah tanggungjawab bersama, baik   aparatur   pemerintahan sampai   ditingkat  Rukun  Warga (Rw), tenaga  medis, dan  paramedis yang harus  selalu  berinisiatif  menganalisa  lingkungan, tugas, serta  orang  tua  yang  harus  terus  berupaya  memenuhi  asupan gizi anak.

Ia menerangkan bahwa  hasil  dari  kegiatan pada Agustus 2022 yang  lalu, tercatat Prevelensi Stunting  di  Kabupaten  Sumba  Barat berada  pada angka  23,3% dengan  jumlah  total  stunting  sebanyak 2611 jiwa,  749 jiwa  di antaranya   adalah  Baduta.

“Target  pemerintah  daerah  di  tahun 2023 Prevalensi  Stunting dapat di tekan di bawah 14%,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sumba Barat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya  kepada Ibu  Ratu  N.B.  Wulla,  ST Anggota DPR RI  Komisi   IX  yang  kemarin   telah   memberikan bantuan  Pemberian  Makanan Tambahan  (PMT)  Bagi  Ibu Hamil dan Balita sebanyak 2 (dua) ton untuk Kabupaten Sumba Barat.

“Beliaupun berjanji akan memberikan tambahan bantuan tersebut jika diperlukan,” kata Bupati.

Bupati berharap kepada semua  pihak  untuk  dapat menyusun  program  kerja,  sasaran  serta langkah konkrit secara sinergi dalam menanggulangi permasalahan Stunting diseluruh wilayah  kerja  Kabupaten Sumba  Barat, serta guna mewujudkan generasi  baru yang  sehat, cerdas dan berkualitas baik dart segi fisik maupun mental.

“Terkait penanganan stunting yang dibiayai dari dana desa antara lain Pemberian Makanan  Tambahan  (PMT)  pemulihan untuk  Ibu   Hamil  Kurang  Energi  Kronis, dan Baduta Stunting selama 90 hari berturut-turut, saya tegaskan! agar PMT tersebut dilaksanakan  dengan  baik dan bertanggungjawab,” ujarnya.

Bupati mengaku banyak mendapat   informasi   dari   masyarakat   bahwa   banyak oknum kepala desa yang sudah mencairkan  dana tersebut  namun tidak melaksanakan PMT selama 90 hari berturut-turut.

“Padahal banyak  anak-anak  di desa yang sangat  membutuhkan  bantuan telur,  susu dan  lain-lain,  namun  beberapa oknum  kepala desa tidak memanfaatkan dana PMT tersebut secara bertanggungjawab.” Tegas Bupati Sumba Barat.

Pemerintah juga terus berupaya untuk memutus mata rantai kemiskinan, angka kemiskinan Kabupaten Sumba Barat berdasarkan Sumba Barat Dalam Angka Tahun 2022 sebesar 28,51%,  dari  prosentase tersebut  sebanyak 11% masuk kategori Kemiskinan Ekstrim.

Target Presiden RI Tahun 2024 angka kemiskinan ekstrim di Indonesia adalah 0 (Nol).

“Untuk itu saya minta  perhatian  seluruh  jajaran pemerintahan  mulai  dari  tingkat kabupaten  sampai desa/kelurahan, para pengelola program, pimpinan BUMN/BUMD, pimpinan intansi vertikal agar kita bahu-membahu, saling bekerjasama untuk terlaksananya  program/kegiatan  yang lebih baik di Tahun  Anggaran  2023,” tandasnya.

Hadir juga dalam rapat kerja pamong praja, Wakil Bupati Sumba Barat John Lado Bora Kabba, S.Pd, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Dominggus R. Come, Wakil Ketua DPRD Lukas Lebu Gallu, SH, Kapolres Sumba Barat AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Czi Rahadian Firnandi, S.Hub.Int, Staf Ahli Bupati Sumba Barat, Asisten Sekda Sumba Barat, Para pimpinan OPD/Unit Kerja seKabupaten Sumba Barat, para Camat, Lurah dan Kepala Desa sekabupaten Sumba Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

error: waiittt