ENEWS MAKASSAR •• Seorang oknum polisi, Aipda Arham nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak cairan pembersih kaca mobil. Peristiwa itu terjadi ketika Arham digelandang Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan dari Kabupaten Sinjai ke Kota Makassar, Senin (3/2/2025).
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah kepada Enews Indonesia memaparkan, Arham diamankan oleh pihaknya pada Sabtu (1/2/2025).
“Awalnya kami mengamankan dua orang pelaku penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Sinjai. Saya pimpin langsung operasi itu. Dari hasil pengembangan, kedua orang ini mengaku mengambil sabu dari Arham (oknum polisi. Red). Kami pun bergerak ke kediaman Aipda Arham,” kata Ardiansyah kepada Enews Indonesia, Rabu (5/2) melalui sambungan telpon.
Saat di kediaman Arham lanjut Ardiansyah, pihaknya menemukan beberapa barang bukti seperti beberapa plastik klip bening sekitar 80 buah yang diduga untuk persiapan penjualan Sabu dan juga alat isap Sabu (bong).
“Kemudian kami amankanlah Arham. Dari pengakuan Arham ini menyebut seseorang sebagai penyuplai Sabu. Kami membawa Arham untuk diistirahtkan di rumah kemudian kami laporkan ke Wakapolres Sinjai dan Kasi Propam untuk dititipkan (di Mapolres Sinjai) sembari kami melakukan pengembangan,” tutur Ardiansyah.
Lebih jauh Ardiansyah menjelaskan, pihaknya melanjutkan pengembangan ke daerah Sinjai Timur untuk memburu penyuplai Sabu ke Aipda Arham.
“Pengembangan itu memakan waktu dua hari,” katanya.
Lalu pada hari Senin, pihak BNNP Sulsel menggelandang Aipda Arham ke Kota Makassar. Namun di tengah perjalanan, Arham nekat meminum cairan pembersih kaca mobil.
“Kita kan, memakai mobil pribadi nih, milik anggota kami. Arham ini posisinya di kursi bagian belakang. Saat di perbatasan Sinjai-Bulukumba tiba-tiba Arham muntah, kami mengira dia mabuk perjalanan, dia (Arham) mengaku kepanasan,” ungkap Ardiansyah.
“Nah, saat itu Arham mengaku kalau telah meminum cairan pembersih kaca yang ada di kantong mobil bagian belakang. Kami kaget dan singgah memberi air putih lalu melanjutkan perjalanan ke Bulukumba mengarah ke rumah sakit,” sambungnya.
Setelah dirawat oleh perawat di rumah sakit kata Ardiansyah, nyawa Arham tak terselamatkan.
“Arham ini mantan anggota saya saat menjabat Kapolres Sinjai dan yang mengamankan Arham sebelumnya adalah teman seangkatannya, semenjak penangkapan hingga kami bawa ke Makassar, tidak ada masalah, malah ngobrol akrab dengan lettingnya,” terang Ardiansyah.
Saat ini, jenazah Arham sedang diautopsi di RS Bhayangkara Makassar.
“Kami masih menunggu hasil autopisnya,” tandasnya.
#Mimienk Lee






