banner 728x250 . banner 728x250

2 Hari Pencarian, Bocah yang Hanyut di Bone Ditemukan Meninggal Dunia

Jasad bocah yang hanyut di sungai Lajua saat dievakuasi tim SAR. (Ist)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Aco (7) dilaporkan hilang terbawa arus sungai Lajua. Peristiwa itu terjadi di Dusun Bampesu, Desa Kalero, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Ahad (4/11/2022) sekira pukul 12.03 Wita.

Dari keterangan warga sekitar, Ridwan, saat itu Aco sedang mengantar neneknya menyeberang sungai namun tiba-tiba air bah datang.

“Nenek korban selamat namun Aco terlepas dari genggaman neneknya dan hanyut,” ungkap Ridwan.

banner 728x250

Baca: https://enewsindonesia.com/bocah-7-tahun-di-bone-dikabarkan-hanyut-terbawa-arus-sungai/

Dua hari pencarian, upaya Tim SAR gabungan dalam mencari korban tenggelam akhirnya membuahkan hasil.

Imam Rul Yawan bocah 7 tahun yang dilaporkan hanyut pada Minggu (4 Desember 2022) sore akibat terseret arus sungai, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Selasa (6/12/2022) pagi.

Koordinator Pos Basarnas Bone Febrianto mengungkapkan, korban ditemukan berjarak sekitar 4 Km dari lokasi hilang.

“Terima kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah berupaya dua hari pertama hingga hari ketiga. Barulah pada pukul 06.40 Wita ditemukan selanjutnya dievakuasi ke rumah duka,”  ucap dia.

Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan mengungkapkan, korban Imam Rul Yawan ditemukan oleh warga yang bernama Sanun.

“Kondisi korban saat ditemukan warga sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Danyon Ichsan.

Sebelumnya, mantan Danden Gegana Sat Brimob Polda Sulbar ini menuturkan, pihaknya menerjunkan Tim SAR Batalyon C Pelopor untuk mencari korban tenggelam di Sungai Lajua, Dusun Bempesu Desa Kalero.

Setelah menerima laporan korban tenggelam, Tim SAR Brimob dan Pos Basarnas Bone langsung berkoordinasi untuk melakukan pencarian.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari tim SAR Brimob, Basarnas, BPBD, Sat Pol PP Kabupaten Bone, Polsek,Koramil Kajuara dan potensi SAR lainnya serta dibantu oleh warga masyarakat sekitar terjun pada operasi pencarian.

“Dalam kondisi cuaca yang ekstrem ini saya imbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati apabila beraktifitas di luar rumah khususnya di sekitar sungai,” ujar Danyon yang beken dengan istilah “Tindizzz” ini.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan dasar kemanusiaan dan sebagai wujud nyata dari Bakti Brimob untuk masyarakat,” tambahnya.

Lanjut kata Danyon Ichsan, sebagai wujud nyata dari Bakti Brimob untuk Indonesia, maka Brimob Bone akan terus berusaha membantu warga yang ditimpa musibah dengan kemampuan dan peralatan yang dimiliki. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *