banner 728x250

Wakil Ketua DPRD Sulbar Dampingi ABM Resmikan Program KOTAKU di Mamasa

ENEWSINDONESIA.COM — Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim (ARH) dampingi Gubernur Sulbar, Andi Ali Baal Masdar (ABM), Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda berama unsur forkopimda dan para pimpinan OPD pemerintah Sulbar meresmikan program Pemerintah Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Tawalian, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Jumat (8/1/2021).

Setelah melakukukan peresmian program KOTAKU, Gubernur Sulbar juga melakukan peninjauan langsung program KOTAKU. Program ini merupakan salah satu bentuk strategis pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Kabupaten Mamasa melalui pemerintah provinsi.

banner 728x250

“Kita bersyukur karena sudah banyak yang sudah kita bangun, semoga dengan adanya bantuan program KOTAKU masuk di Kabupaten Mamasa, tidak ada lagi permukiman warga yang kumuh atau tidak layak huni,” ungkap ABM.

Mantan Bupati Polman dua periode itu juga menyerahkan bantuan pangan non tunai kepada perwakilan masyarakat Mamasa dan berharap kepada Kepala Daerah di Sulbar, agar lebih maksimal dalam mengambil peran inisiatif untuk membangun daerahnya, sehingga tidak perlu lagi terlalu menggantungkan harapannya kepada Pemprov Sulbar.

“Kemajuan suatu daerah itu tergantung pemimpinnya, kalau pemimpinnya itu baik maka baik juga daerahnya, jika jelek tentu daerahnya juga akan jelek. Maka disinilah dibutuhkan pemimpin kreatif dan inovatif untuk membangun daerahnya,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulbar, Ince Rachmad saat diwawancarai usai melakukan peresmian. Rachmad mengatakan, program KOTAKU ini sudah tiga tahun di laksanakan, awalnya program ini mulai tahun 2018 di Kabupaten Majene, 2019 di Kabupaten Polman dan 2020 di Kabupaten Mamasa. Dan kami berharap tahun 2021 di Kabupaten Mamuju dan tentunya seluruh Kabupaten di Sulbar mendapat bantuan program KOTAKU itu.

“Dengan adanya program KOTAKU ini, dapat membantu pemerintah untuk penataan kumuh karena tujuan utama program ini adalah bagaimana suatu daerah itu tidak ada lagi wilayah-wilayah yang kumuh. Meskipun anggarannya terbatas tapi ini dapat membantu meringankan beban pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Mamasa,” ujarnya.

Lebih lanjut putra Mamuju itu mengatakan, adapu anggaran yang disalurkan pemerintah terkait program KOTAKU, itu sekitar kurang lebih 6 milyar yang difokuskan kepada pembagunan padat karya.

“Saat ini kita berada pada situasi pandemi Covid-19, semoga dengan adanya bantuan ini kita bisa berdayakan masyarakat, sebagaimana intruksi presiden Jokowi untuk lebih kepada pemberdayaan masyarakat. Sehingga dengan adanya kegiatan KOTAKU ini, masyarakat bisa terlibat lansung untuk melaksanakan, mengawasi dan melakukan memeliharaan,” tutupnya. | HH/ADV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *