banner 728x250

Sekda Polman Bantah Fixkan Titik di Kecamatan Luyo Jadi TPAu

POLMAN, ENEWSINDONESIA.COM – Sekertaris Daerah (Sekda) Polewali Mandar menggelar survei ke titik lokasi yang akan dijadikan TPA di Kecamatan Luyo, Sulawesi Barat, Selasa 8/6/2021.

TPA yang ada di Amola, Kecamatan Binuang, Desa Paku dinilai sudah tidak layak lagi untuk digunakan karena tidak mampu menampung sampah yang semakin menumpuk atau sudah over kapasitas dan rencananya berdasarkan surat keputusan dari bupati, TPA Amola di bulan desember harus ditutup.

banner 728x250

Olehnya itu Bupati Polewali Mandar memerintahkan kepada Ir Andi Bebas Manggazali selaku SEKDA Polewali Mandar didampingi Kepala Kebersihan dan Lingkungan Hidup meninjau beberapa titik lokasi TPA antara lain di Kecamatan Mapilli Desa Beroangin dan Kecamatan Luyo, Desa Tenggelang.

Dalam Video yang tersebar di media sosial WhatsApp dan Facebook berdurasi 02:51 menit, Sekda menyampaikan bahwa dari beberapa titik yang telah di kunjungi, Kecamatan Luyo, Desa Tenggelang merupakan lokasi yang paling layak untuk dijadikan TPA untuk sementara. Karena secara geografi berada jauh dari permukiman dan tidak berdampak terhadap pencemaran di sekitar, apalagi lahan yang akan di tempati ini adalah lahan kritis yang tidak bisa di gunakan lagi selain mengambil batunya untuk keperluan material bangunan.

Berdasarkan pernyataan Andi Bebas manggazali dalam Vidio yang tersebut pihak masyarakat menilai bahwa seharusnya Sekda tidak serta merta menilai bahwa lokasi yang tinjau itu layak tanpa melakukan pengkajian dulu mengenai analisis dampak lingkungan.

“Semestinya ini kan baru tahap survei atau kunjungan jika memang itu dinilai layak, seharusnya dikembalikan dulu ke pihak pemerintah kabupaten, Dinas lingkungan Hillldup untuk dikaji kembali mengenai studi kelayakannya,” kata salah satu warga.

Reporter Enews Indonesia.com mencoba mengkonfirmasi langsung Ir Andi Bebas Manggazali terkait pernyataan yang ada di Vidio itu.

Dalam hasil wawancaranya Ir Andi Bebas Manggazali meluruskan bahwa di video itu semestinya kita kaji dulu dan cermati.

“Tidak ada itu saya menyampaikan langsung bahwa Kecamatan Luyo yang difikskan kerena dinilai paling layak dan strategis. Dan saya tegaskan kalau ada kesempatan, saya masih akan mengunjungi titik-titik lokasi di Kecamatan yang lain lagi,” jawabnya.

“Dimana letaknya yang bisa memperkuat mengenai layak tidaknya itu AMDAL, yang berarti kita kaji secara berwawasan lingkungan dan bersahabat dengan lingkungan, makanya sebelum dibangun dan sepakati, pihak tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, dan pemuda, kalau bisa buat MOU terkait bagaimana pengelolaan nantinya. Kalau memang tidak seperti itu satuannya maka tolak,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *