ENEWS BONE ▪︎ Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Andi Rian Ryacudu Djajadi merespon isu dugaan bayar di tempat atau dikenal dengan istilah “86” penyelesaian kasus peredaran gelap narkoba yang menjadi buah bibir masyarakat Kabupaten Bone.
“Jika kemudian hari ada operasi penangkapan (terkait narkoba) lagi dari Polda Sulsel agar mendokumentasikan oknumnya dan plat kendaraannya,” tegas Andi Rian di hadapan aqak media dan Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone di sela-sela kunjungannya di Kota Watampone dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al – Jabbar, Jl. Ahmad Yani, Kota Watampone, Rabu (19/6/2024).
Sementara, Koordinator Forbes Anti Narkoba Bone Andi Singkeru Rukka mengapresiasi imbauan Kapolda Sulsel tersebut.
“Silakan dokumentasikan lalu teruskan ke kami (Forbes) agar supaya kita atau kami bisa meneruskan ke pak Kapolda.
Tujuannya adalah supaya ada kontrol dan pengawasan yang sampai kepada pak Kapolda,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Ust Abduh Aras Lc selaku anggota Forbes Bone. Ia mengajak masyarakat untuk bersama- sama memberantas narkoba di Kabupaten Bone dan juga oknum-oknum penegak hukum yang coba mengambil untung dalam peredaran barang haram tersebut.
“Mari kita bersama menjadi mata dan telinga terhadap segala kemungkaran, agar tercipta fungsi kontrol dan pengawasan, agar semua pihak yang berwenang bertindak sesuai tupoksinya,” kata Abduh.
“Kita masyarakat butuh diayomi dijaga keamanannya, dan ketentraman. Lawan peredaran sabu-sabu dan narkoba di Bone. Mabbaraka buat kita semua,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, tertangkapnya salah saorang bandar narkoba di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Yoga mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat.
Pasalnya, Yoga dikenal “licin” dalam menjalankan aksinya. Bahkan, disebut beberapa kali diringkus polisi dari Polda Sulsel namun dilepaskan kembali.
Hal itu menjadi buah bibir masyarakat di sekitar kediaman Yoga di Desa Manajeng, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.
Dari informasi yang dihimpun, semenjak terbentuknya Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone, nama Yoga sering masuk dalam laporan masyarakat di Kecamatan Sibulue karena aksinya cukup meresahkan.
Informasi seringnya Yoga tertangkap polisi dan dilepas kembali juga diperkuat sejumlah netizen di akun Tiktok Info Kejadian Bone Official.
“Kok baru viral, sudah berapakali ditangkap tapi lepas terus,” tulis akun Tiktok App dikutip dari postingan Tiktok Info Kejadian Bone Official, Selasa (18/6/2024).
Terbaru, dari hasil penelusuran Enews Indonesia, salah seorang pengedar narkoba di Jl Husain Jeddawi Kota Watampone berinisial AO dikabarkan diamankan oleh kepolisian yang diduga dari Mapolda Sulsel. Namun berselang beberapa hari, AO diakabarkan kembali ke rumahnya. (Lee)






