Polemik Andi Perspektif Wari Unsur Pangaderengtta

Foto: Dr. Andi Singkeru Rukka.

“Jadi siapa pun bisa jadi mulia atau Malebbi meski bukan dengan Andi”.

 

banner 728x250      
 

Oleh: Dr. Andi Singkeru Rukka

Wari menurutku dalam pengertian bebas adalah timbangan yang menyangkut kelayakan, kepatutan dan kepantasan.

Wari adalah salah satu unsur dalam Pangaderengtta yang dalam tulisan Prof Mattulada memuat asas “Mappallaiseng” atau pembeda atau alat pembeda.

Istilah Andi menurutku adalah brand atau merek yang disematkan untuk menjadi pembeda nasab orang perorang, contoh: Brand rokok Surya, Djie Sam Soe, Sampoerna, Roker dan lainnya adalah merek yang disematkan untuk menjadi pembeda rokok yang satu dan yang lainnya.

Andi awalnya muncul jauh sebelum sekolah belanda di Makassar untuk membedakan orang Bugis dan Makassar. Tetapi dalam Lontara Panguriseng telah ada beberapa nama Andi yang telah ada sebelumnya, misalnya: Andi Cella Raja Bone Puatta Matinroe ri Tengngana to Paccing dan lainnya yang terlihat dalam nasab sekitar 1800-an.

Hingga saat ini, gelar Andi melekat dengan segala hal yang jelimet menurut Wari dan sangat ketat.

Saat kepemimpinan Puatta Arumpone Andi Mappanyukki dibentuk Komisi Sitambung (beberapa orang) yang diberi kewenangan untuk mengoreksi Panguriseng atau nasab.

Wari sebagai alat ukur kelayakan, kepatutan dan kepantasan sesungguhnya berdimensi luas bukan hanya soal gelar Andi saja.

Misalnya memilih calon pemimpin, tentu kita melihatnya dengan Wari agar Mallaiseng kelayakan kepatutan dan kepantasan dengan sudut pandang masing masing, atau misalnya memilih untuk menempatkan seseorang untuk diberi kepercayaan. Wari tidaklah pernah lepas dari kehidupan sosial kita.

Wari menjadi alat ukur kemuliaan seseorang berdasarkan nilai dan bukan hanya nasab. Nilai-nilai tersebut menjadi penyaring kemuliaan setiap orang.

Lempu, Getteng, Ada Tongeng dan Temmappasilaingeng dalam buku alm kak Eman/Anwar Ibrahim dengan judul Sulesana (buku ini ada yang pinjam tapi lupa dikembalikan, lupaka juga siapa orangnya).

“Jadi siapa pun bisa jadi mulia atau Malebbi meski bukan dengan Andi“.

Menurut Pappaseng, kemuliaan seseorang dilihat dari dua hal;

Pertama: Carana Mabbere Ada (cara dia berkata) dan

Kedua: Carana Mappigau ri Padatta Ripancaji (tingkah lakunya kepada sesama) atau Ada na Gau na (kata dan perbuatannya).

Sadda Mappaddupa Ada
Ada Mappaddupa Gau
Gau Mappaddupa Tau

Artinya: Bunyi mewujudkan kata, kata (ucapan) menandakan perbuatan, perbuatan menunjukkan manusia.

Terimakasih
Dengan segala kerendahan hati.

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  
Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan