banner 728x250
Sulbar  

Peringati HANI, ABM : Bahaya Narkoba, Semua Pihak Harus Berperan !

Photo : Upacara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2020 di pimpin oleh wakil presiden Republik Indonesia Ma'Ruf Amin Secara Virtual.

Enewsindonesia.com, Sulbar – Upacara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2020 di pimpin oleh wakil presiden Republik Indonesia Ma’Ruf Amin. Upacara tersebut dilakukan secara virtual yang diikuti oleh Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar, Bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Muh Idris, di Aula lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (26/06/2020)

Upacara peringatan HANI tahun ini bertema “Hidup 100 Persen di Era New Normal Sadar, Sehat Produktif dan Bahagia tanpa Narkoba”.

banner 728x250

Dalam upacara tersebut, Gubernur Sulbar, Andi Ali Baal Masdar menghimbau kepada semua pihak ditengah pandemi Covid-19 agar tetap mewaspadai akses peredaran narkoba masuk di Sulbar, karena erat kaitannya dengan kondisi saat ini. “untuk penanganan narkoba kita jangan lengah, tetap waspada,” ungkapnya saat diwawancarai

Ia berharap, semua pihak ikut berperan memerangi narkotika, terutama Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai ujung tombak dalam menangani permasalahan tersebut.

Photo : Upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 secara virtual, di Aula Lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar.

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, mengatakan, peringati HANI 2020 sebagai momentum penting untuk tetap menunjukkan kewaspadaan terhadap bahaya narkotika.

Dikemukakan, narkotika dan Covid-19 merupakan ancaman serius, dampaknya multi dimensi masuk mulai dari negara hingga merambah ke unit monitor kecil masyarakat yakni keluarga.

Olehnya itu, Ma’ruf Amin menyatakan, penanganan terhadap kedua hal itu membutuhkan standar yang sama, yaitu memberi jaminan dan melindungi hak-hak masyarakat, agar dapat hidup tumbuh dan berkembang secara optimal.

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mengatakan, berdasakan data BNN angka pengguna narkotika di Indonesia dari 2017-2019 semakin meningkat.

“Pada 2017 sebanyak 3,37 juta jiwa dengan rentan usia 10-59 tahun, kemudian naik menjadi 3,6 juta pada 2019. Kelompok masyarakat yang paling rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada usia 15-35 tahun atau generasi millenial. Hal ini memerlukan perhatian khusus.”pungkas Ma’ruf Amin. (Adv)

 

(KS/HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *