banner 728x250 . banner 728x250

Pemprov Sumbar: Asrama Haji Cocok untuk Tempat Isolasi Corona Saat Ini

Enewsindonesia.com — Demi mengantisipasi peningkatan kasus positif corona di Sumatera Barat, maka pihak pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai mempertimbangkan Asrama Haji Padang. Menurut Pemprov Sumbar, Asrama Haji Padang merupakan tempat paling aman untuk isolasi penderita COVID-19. Hal ini didukung dengan fasilitas yang dimilikinya.

Berdasarkan penuturan dari Bapak Irwan Prayitno sebagai Gubernur Sumbar di Padang pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020, asrama haji tersebut memiliki 200 tempat tidur. Sehingga tempat ini bisa dijadikan sebagai salah satu solusi untuk menangani adanya lonjakan kasus positif corona.

banner 728x250

Berdasarkan laporan terakhir pada beberapa hari yang lalu, jumlah peningkatan kasus positif corona harian semakin meningkat. Lonjakan terbanyak kasus tersebut terjadi pada hari Jumat, 16 Oktober 2020.

Ada sebanyak 506 orang telah terjangkit virus corona. Sehingga hal ini membuat ruangan isolasi yang disediakan oleh rumah sakit menjadi penuh.
Untuk itu diperlukan antisipasi sejak dini demi mempersiapkan ruang isolasi lainnya supaya dapat menopang kebutuhan rumah sakit.

Maka dari itu, asrama haji Padang dinilai sebagai salah satu tempat paling memungkinkan untuk mengisolasi penderita COVID-19. Karena asrama tersebut memiliki banyak ruang yang dipisahkan oleh dinding pagar dengan lingkungan di sekitarnya.

Dari sinilah pihak Gurbernur Sumbar juga sudah meminta Walikota/ Bupati melakukan antisipasi seperti yang dilakukannya di daerah setempat. Sementara itu, berdasarkan Jasman selaku juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sumbar mengatakan bahwa peningkatan 547 orang positif corona merupakan rekor harian tertinggi disitu pada hari Jumat, 16 Oktober 2020.

Umumnya tambahan jumlah penderita positif corona hanya mencapai 300-an orang per hari. Sehingga bila dihitung sampai hari ini, jumlah warga Sumatera Barat yang telah terkena COVID-19 mencapai 10.294 orang. Sementara itu, 5.501 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan sisanya 201 berakhir dengan meninggal dunia.

Jadi menurut juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sumatera Barat, maka positivity rate penderita yang terkena virus corona ada sebanyak 5,45% jiwa. Untuk itu beliau menghimbau agar para masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Sehingga penyebaran virus corona dapat segera dikendalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *