banner 728x250

Pemecatan Kader Senior di Kepengurusan DPD Golkar Sulbar Dinilai Hal Biasa

Enewsindonesia.com-Resmi telah melakukan proses reshuffle terhadap beberapa pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Barat, Ketua Pelaksana Tugas (PLT) DPD Golkar Sulbar Ibnu Munzir angkat bicara.

Menurut Ibnu Munzir, peroses reshuffle ditubuh kepengurusan Partai Golkar Provinsi Sulawesi Barat, semata-mata bertujuan untuk memperlancar roda kelembagaan, mengingat dalam sebuah lembaga seluruh jajaran pengurus harus meyatu.

banner 728x250

“Jadi bedakan pemberhentian keanggotaan dengan ressufle, reshuffle itu ditujukan untuk kepengurusan memperlancar roda organisasi.Disitu manajemen organisasi kan harus menyatu antara seluruh pengurus.Jadi
kalau Pengurusnya ada yang tidak cocok kan bisa mengganggu jalannya roda organisasi, berbeda dengan pemberhentian, pemberhentian itu karena pelanggaran,” ucap Ibnu Munzir.

Selain itu ia juga mengungkapkan, bahwa meski terdapat sejumlah senior yang terkena dampak dari adanya proses reshuffle, diantaranya adalah Muslim Fattah, Hamid.BC.Ku, Marini Ariakati, Yamin Saleh, Tahir Kuraesing, dan sejumlah kader senior lainnya, namun ia menilai hal tersebut adalah sesuatu yang biasa terjadi ditubuh partai berlambang pohon beringin.

“Di golkar itu kan biasa, reshuffle dalam organisasi biasa, jadi kalau biasa misalnya ada yang urgen atau sedikit mengganggu atau tidak cocok dalam proses roda organisasi, bisa berjalan normal apakah itu dia Muspimnas, itu biasanya kepengurusan disegarkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa tujuan utama dari peroses reshuffle ditubuh kepengurusan DPD Partai Golkar Sulawesi Barat, semata-mata untuk proses penyegaran demi kelancaran roda organisasi.

“Ia kan penyegaran aja sifatnya, dan proses memperlancar aktivitas dalam pengorganisasian,” katanya.

Anggota DPR-RI itu juga menuturkan, bahwa proses reshuffle tersebut dipastikan tidak akan memberi dampak negatif, terhadap konsentrasi partai Golkar dalam menyongsong tahapan pilkada tahun 2020 mendatang, di beberapa Kabupaten di Sulawesi Barat.

“Kan itu Pilkada nanti di 2020, di 2019 kan kemungkinan sesudah Munas karena ada edaran DPP, sistem apa namanya struktur kepengurusan itu meliputi DPP dalam artian polanya top down, sesudah munas akan ada musda-musda diseluruh daerah,” tutupnya.(MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *