BONE, ENEWSINDONESIA.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Bone guna menolak kebijakan bupati tentang pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Jum’at (11/6/2021).
Dalam aksi tersebut pihak demonstran sempat bersitegang dengan aparat karena tidak diizinkan untuk masuk ke pekarangan Pemda Bone.
Pihak aparat kepolisian, Satpol PP, dan Pemda rembuk dan akhirnya mengizinkan demonstran masuk namun mereka kembali kecewa karena Bupati Bone tidak berada ditempat.
“Kami meminta bapak bupati untuk menemui kami, karena beliau yang mengeluarkan kebijakan ini,” kata Korlap dari PMII Bone dengan memakai pengeras suara.
Asisten III, Abu Bakar yang ditunjuk untuk menggantikan Bupati Bone menemui para demonstran menjelaskan bahwa bupati tidak berada ditempat.
“Sementara bapak bupati ada agenda kegiatan,” kata Abu Bakar yang disambut dengan sorak demonstran yang penuh dengan kekecewaan.
“Jangan cuma pintar menetapkan kebijakan namun takut untuk bertanggung jawab. Sudah beberapakali kami melakukan aksi, bapak bupati tidak pernah menemui kami, sampai kapanpun bapak bupati tidak berani menemui mahasiswa. Apakah bapak siap menerima aspirasi kami?,” tanya orator kepada asisten III.
“Siap 100%,” jawab Abu Bakar.
Akhirnya demonstranpun bersedia berdialog dengan asisten tiga yang diutus untuk menemui para demonstran.
Riswan selaku Koordinator Lapangan (KORLAP) aksi ujuk rasa ini menuntut agar Pemerintah Kabupaten Bone bersama pihak DPRD Bone kembali mengkaji ataupun mempertimbangkan dana pinjaman PEN ini.
“Alasannya dana itu kan peruntukan infrastruktur jalan tetapi kami menilai bahwa peruntukan itu tidak akurat dalam masa pandemi Covid-19 karena masih banyak kebutuhan pokok masyarakat yang mendesak selain infrastruktur tersebut,” jelasnya.
“Selain itu untuk mengkaji ataupun mempertimbangkan dana PEN untuk dilanjutkan kami mendesak DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bone dalam hal ini bapak Bupati agar segera melakukan pengkajian dalam bentuk (RDPU) Rapat Dengar Pendapat Umum,” tambah Riswan.
Sementara itu, Asisten III Pemda Bone Abu Bakar saat menerima aspirasi mahasiswa pengunjuk rasa mengatakan bahwa kondisi sekarang kita ini mulai dari Nasional sampai di Kabupaten sangat merasakan bahwa pemulihan ekonomi itu sangatlah penting sekali bersama pemulihan kesehatan.
“Dengan kondisi sekarang kita ini ada peluang yang seharusnya masyarakat memahami patuh diberikan aspirasi ini dengan sangat baik sekali karna Pemerintah Daerah tetap ingin melihat bagaimana kondisi infrastruktur kita di Daerah,” ujarnya.
Dengan melalui dana pinjaman PEN senilai 300 miliyar tersebut dari 100 persen itu hanya peruntukannya 61 ruas jalan yang akan dibangun.

“Diantaranya 11 ruas jalan itu dalam pembangunannya adalah beton sementara 50 ruas jalan itu pembangunannya adalah aspal,” jelas Abu Bakar.
Selain pembangunan jalan ada empat jembatan yang akan dibangun senilai 14 miliyar lebih dan untuk infrastruktur jalan nilainya 385 miliyar lebih dari dana PEN 300 miliyar.
“Kalau jalan ini tidak dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah berarti kondisi jalan kita ini di Kabupaten Bone sangat memprihatinkan,” tambah Abu Bakar.
Setelah melakukan unjuk rasa dihalaman Kantor Bupati para pengunjuk rasa melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Bone dan diterima langsung Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan ditemani beberapa Anggota Dewan lainnya. (*)