GPM Taliabu Sayangkan Pernyataan Muhammad Zainal Azhar Soal Bupati

ENEWSINDONESIA.COM, TALIABU – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara menyayangkan pernyataan Wakil Ketua II DPRD Pulau Taliabu, Muhammad Jainal Azhar yang disampaikan melalui salah satu media beberapa hari lalu.

Dalam berita itu, (Haliora, 7 Juli 2022 06 : 40 WIT) Jainal Azhar, ketika ditanya awak media soal kebiasaan Bupati menghabiskan waktu lebih banyak di luar daerah ketimbang berada di daerah yang dipimpinnya mengatakan hanya perjalanan tugas.

banner 728x250      
 

Pernyataan tersebut GPM menilai, yang bersangkutan terkesan membela Bupati tekait ketiadaanya di daerah hingga berbulan-bulan.
“ia, kan itu dalam rangka menjalankan tugas-tugas daerah”, kata Zainal Azhar di lansir dari Haliyora (07/07/2022).

Zainal bahkan menambahkan, keberadaan Bupati Taliabu di Ibukota Negara (Jakarta) adalah untuk melobi peningkatan anggaran untuk pembangunan Daerah, “kita tau sendiri kan, APBD kita sangat kecil makanya Bupati ke Jakarta itu untuk melobi peningkatan anggaran DAU kita,” tambah Muhammad Zainal Azhar di Rilis media tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC GPM Taliabu, Lisman, menyatakan, apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua ll DPRD Taliabu itu sangat tidak masuk akal. Menurut Lisman, sejak Bupati Pulau Taliabu menjabat dari periode pertama, lebih banyak menghabiskan waktu di luar daerah, namun pembangunan Taliabu malah semakin mundur kebelakang.

“Antara DPRD dan Eksekutif Taliabu sudah tidak ada bedanya. Pernyataan saudara Muhammad Jainal Azhar selaku wakil Ketua II DPRD Taliabu tidak seharusnya membela Bupati soal keberadaannya di luar daerah. Karna selama ini terbukti kalau Bupati pulang toh tidak membawa apa-apa untuk pembangunan dan kemajuan Daerah,” kritik Lisman yang akrab di sapa Bung Dex.

Ia melanjutkan, selaku anggota DPRD yang tidak berani BERSIKAP terkait keberadaan Bupati di luar Daerah dengan berbulan-bulan lamanya, sangatlah naif.

“Sebab, selama 2 periode kepemimpinan Bupati Aliong Mus sudah menjadi kebiasaan selalu meninggalkan daerah dengan waktu yang lama tanpa jelas apa yang diperjuangkan, justru menambah beban anggaran Daerah,” tambah Bung Dex.

“Kami tau kalau Bupati itu punya istana yang megah di Jakarta, tempat dia berdiam diri dan bersenang-senang,” timpanya.

Lisman menyebut, Kondisi Daerah Taliabu semakin hari semakin tertinggal, terbukti dengan minimnya pembangunan infrastruktur sebagai sarana umum masyarakat, lemahnya pelayanan publik di setiap OPD, sehingga menyebabkan lesuhnya perekonomian yang membuat masyarakat harus berbondong- bondong keluar daerah untuk mencari pekerjaan.

Selaku Pemimpin yang bertanggung jawab kata Bung Dex, Bupati tidak seharusnya banyak menghabiskan waktu di Jakarta apalagi diketahui hanya bersantai-santai, sementara masyarakat menderita karena kondisi daerah yang semakin rusak, di tambah parah dengan diamnya para anggota DPRD yang tidak mampu melaksanakan tugas/fungsi pengawasannya.

“Olehnya itu, DPC Gerakan Pemuda Marhaenis Taliabu menyatakan bahwa, sebaiknya Pak Dewan tidak usah munafik bela-bela Bupati, sebab anda wakil rakyat bukan protokolernya Bupati,” tutup Dex, Sabtu (9/7/2022).

banner 728x250   banner 728x250  
Penulis: Deni RasimuEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan