Bupati Polman: Saya Tak Cawe-cawe di Pilkades 2026

Bupati Polman, Samsul Mahmud saat menyampaikan sambutan pada malam ramah tamah HUT ke-81 RI di Kecamatan Luyo, Senin (31/8/2026) malam. (Dok. HW)
Bupati Polman, Samsul Mahmud saat menyampaikan sambutan pada malam ramah tamah HUT ke-81 RI di Kecamatan Luyo, Senin (31/8/2026) malam. (Dok. HW)

ENEWS, POLMAN ••》Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, menegaskan dirinya tidak akan melakukan intervensi dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026.

Pilkades serentak tersebut akan diikuti 77 desa di Kabupaten Polewali Mandar.

banner 728x250

Penegasan itu disampaikan Samsul saat menghadiri malam ramah tamah HUT ke-81 RI di Kecamatan Luyo, Senin (31/8/2026) malam.

Samsul meminta seluruh calon kepala desa yang mengikuti kontestasi bersaing secara sehat dan demokratis. Ia menegaskan tidak akan menggunakan kewenangannya untuk mengarahkan proses pemilihan.

“Yang akan ikut kontestasi Pilkades silakan ikut berkompetisi dengan sehat. Kami tidak akan cawe-cawe,” tegas Samsul.

Ia juga mengaku telah meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Polman menjalankan seluruh tahapan seleksi calon sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Samsul, jumlah calon yang dapat ditetapkan harus mengikuti mekanisme yang telah ditentukan.

“Kalau calon lima bisa masuk, tidak ada yang dikurangi. Kalau enam, harus gugur satu. Kalau tujuh, gugur dua,” ujarnya.

Ia menekankan, calon yang dinyatakan memenuhi syarat maupun tidak lolos harus ditentukan berdasarkan persyaratan dan mekanisme seleksi, bukan karena hubungan atau kedekatan dengan kepala daerah.

“Tidak ada dibilang calon ini orangnya bupati,” katanya.

Samsul juga meminta para peserta Pilkades tidak membawa-bawa namanya untuk kepentingan politik ataupun mencari dukungan dalam kontestasi.

Ia berharap Pilkades serentak 2026 berlangsung secara demokratis, terbuka, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita berharap Pilkades 2026 berjalan demokratis, terbuka, transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Jurnalis: Hasbi Waluyo