Dampak Proyek Sekolah Rakyat, Jalan dan Drainase di Polman Rusak

Ketgam: Kerusakan jalan, drainase, dan plat duiker di Desa Tenggelang, Polman, yang diduga terdampak aktivitas truk pengangkut material proyek Sekolah Rakyat. (Foto: ENews)
Ketgam: Kerusakan jalan, drainase, dan plat duiker di Desa Tenggelang, Polman, yang diduga terdampak aktivitas truk pengangkut material proyek Sekolah Rakyat. (Foto: ENews)

ENEWS, POLMAN ••》Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memicu keluhan warga setelah sejumlah fasilitas umum di Desa Tenggelang mengalami kerusakan yang diduga akibat lalu lalang truk pengangkut material proyek.

Kerusakan terparah terjadi pada ruas jalan aspal di Dusun Kakkangan. Jalan yang sebelumnya dalam kondisi baik kini mengalami retak memanjang, amblas di beberapa titik, dan mulai terkelupas setelah sering dilintasi kendaraan bertonase besar menuju lokasi pembangunan.

Kepala Dusun Kakkangan mengatakan kerusakan mulai terlihat sejak aktivitas pengangkutan material proyek meningkat.

“Jalan kami rusak akibat mobil pengangkut material Sekolah Rakyat yang setiap hari melintas. Sekarang banyak bagian jalan yang retak dan amblas,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Selain jalan aspal, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada saluran drainase dan plat duiker di Dusun Tabassala.

Warga menemukan beberapa bagian drainase bergeser dan pecah, sementara plat duiker mengalami retak yang diduga akibat beban kendaraan berat.

Kepala Dusun Tabassala meminta pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah perbaikan.

Menurutnya, kerusakan fasilitas umum tidak boleh dibiarkan karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

“Kami meminta PT Hutama Karya sebagai pelaksana pembangunan Sekolah Rakyat bertanggung jawab dan segera memperbaiki infrastruktur yang rusak,” katanya.

Meski demikian, warga menegaskan tetap mendukung pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan program pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan.

Namun, mereka menilai pelaksanaan proyek harus tetap memperhatikan kondisi fasilitas umum di sekitar lokasi.

Warga juga meminta dilakukan evaluasi terhadap jalur distribusi material agar kerusakan tidak semakin meluas.

Mereka berharap perbaikan jalan, drainase, dan plat duiker dapat segera dilakukan sehingga pembangunan proyek tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Hutama Karya belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan tuntutan perbaikan infrastruktur di Desa Tenggelang. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan