Keluhan Antrean Panjang, Pengelola SPBU Tammerodo Majene Janji Batasi Pengisian Jeriken

Foto: Pengelola SPBU Tomereddo, Majene, Basri. (Dok. Kamil)

ENEWS, MAJENE ••》Jurnalis ENews Indonesia melakukan investigasi lanjutan terkait keluhan masyarakat terhadap pelayanan di SPBU Kecamatan Tammerodo pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Sebelumnya, ENews Indonesia sempat beberapa kali mendatangi lokasi untuk menemui pengelola SPBU, Basri, pada Selasa (10/3/2026), namun belum berhasil bertemu. Pertemuan baru terlaksana pada Rabu pagi saat Basri berada di lokasi.



Investigasi dilakukan setelah muncul keluhan dari pengendara dan warga sekitar terkait dugaan pengisian bahan bakar jenis Pertalite menggunakan jeriken dalam jumlah banyak.

Kondisi tersebut disebut sering menyebabkan antrean panjang bagi pengendara yang hendak mengisi bahan bakar.

Menanggapi hal itu, Basri selaku pengelola SPBU Tammerodo menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap petugas jika ditemukan praktik yang merugikan konsumen.

“Ke depannya saya selaku pengelola di SPBU ini akan menindak tegas para karyawan untuk lebih mengutamakan pengendara dibandingkan pengisian jeriken, meskipun pengisian jeriken sebenarnya diperbolehkan,” ujar Basri kepada Enewsindonesia.com, Rabu (11/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan membatasi pengisian bahan bakar menggunakan jeriken dalam jumlah besar guna menjaga ketersediaan stok Pertalite.

“Ke depan kami akan membatasi pengisian jeriken dalam jumlah banyak agar stok Pertalite tidak cepat habis,” tambahnya.

Basri menjelaskan, kebijakan tersebut juga mempertimbangkan meningkatnya mobilitas masyarakat selama bulan suci Ramadan, khususnya bagi para pengendara yang melakukan perjalanan atau mudik.

“Mengingat di bulan Ramadan ini pasti banyak pengendara yang melintas, maka pengisian jeriken harus benar-benar dibatasi agar masyarakat yang membutuhkan bahan bakar bisa terlayani,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Enewsindonesia.com masih melakukan investigasi lanjutan dan berupaya mengonfirmasi pihak manajemen atau pimpinan SPBU terkait persoalan tersebut. (M Kamil)





Tinggalkan Balasan