Suadi: Klaim BBM Aman Harus Disertai Transparansi Distribusi

Ketgam: Tokoh pemuda Bone, Suadi, dengan latar antrean kendaraan di SPBU yang mencerminkan kondisi distribusi BBM di lapangan yang masih terbatas. (ENews)

ENEWS, BONE ••》Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya aman dan terkendali usai bertemu pihak Pertamina Patra Niaga Sulsel di rumah jabatan, Kamis (2/4/2026).

“Saya bersama Pertamina menyampaikan kepada masyarakat bahwa stok BBM aman,” ujarnya.

banner 728x250

Pernyataan itu muncul di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Investigasi Enews Indonesia mendapati sejumlah SPBU di Kabupaten Bone mengalami keterbatasan stok, bahkan sempat kosong.

Pengelola SPBU di Kecamatan Cina mengaku pasokan BBM jenis Pertalite dalam beberapa hari terakhir hanya sekitar 8 kiloliter per hari.

“Setiap hari masuk, tapi cuma 8 KL dua hari ini. Semoga besok bisa 16 KL,” sebut pihak pengelola SPBU Cina kepada ENews Indonesia, Jumat (3/4/2026).

Sebelumnya, SPBU tersebut juga disebut mengalami kekosongan hingga tiga hari.

Menanggapi kondisi ini, tokoh pemuda Bone, Suadi, mendesak PT Pertamina Patra Niaga lebih transparan terkait distribusi dan jumlah pasokan BBM ke daerah.

Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini menilai, pernyataan “stok aman” perlu diimbangi dengan data terbuka agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.

“Masyarakat sekarang sensitif. Harus ada keterbukaan data agar tidak muncul spekulasi,” kata mantan pengurus Kepmi Bone itu.

Pemuda asal Kecamatan Salomekko itu juga menekankan pentingnya komunikasi jujur terkait kondisi riil, termasuk langkah antisipasi jika terjadi gangguan distribusi.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan Pertamina memperkuat pengawasan distribusi serta menyampaikan informasi stok secara berkala.

“Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi BBM tetap merata dan tidak memicu kelangkaan di lapangan,” pungkasnya.

(Mimienk Lee)





Tinggalkan Balasan