ENEWS, POLMAN •• Seorang petani di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar mengeluhkan tidak mendapat jatah penuh pupuk subsidi saat mendatangi Distributor Kios Salama di Desa Puccadi, Senin (17/11/2025).
Petani itu mengaku memiliki hak 12 karung pupuk subsidi, 6 karung Urea dan 6 karung Ponska sesuai data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).
Namun saat mengambil, ia hanya diberikan 6 karung Urea, sementara Ponska dinyatakan habis.
“Karyawan kios bilang pupuk habis karena saya terlambat datang. Tapi jatah saya tidak boleh diberikan ke orang lain karena nama saya jelas terdaftar di RDKK,” ujarnya.
Ia menilai alasan tersebut janggal karena selama ini pengambilan pupuk selalu sesuai jatah dan tidak pernah bermasalah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Polman, Andi Afandi Rahman, saat dikonfirmasi Enewsindonesia, membenarkan bahwa stok Ponska memang terbatas. Ia menyebut realokasi pupuk dari provinsi akan dilakukan pekan depan.
“SK realokasi sudah ada, tinggal ditindaklanjuti. Semua petani akan dapat jatahnya. Memang ada data RDKK yang bermasalah dan sedang kami perbaiki,” jelas Afandi.
Ia menambahkan, kelangkaan pupuk bukan hanya terjadi di Kecamatan Luyo, tetapi merata di beberapa kecamatan di Polman. Dinas mengklaim telah berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia untuk percepatan penyaluran.
Sementara itu, pemilik Kios Pupuk Salama belum dapat dimintai keterangan. ENews Indonesia terus berupaya mengonfirmasi pihak terkait agar informasi tetap berimbang. (Red)






